Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya Anak-Anak, Pakar Hukum: Gunakan Pendekatan Restorative Justice

https: img.okezone.com content 2021 01 02 337 2337519 pelaku-parodi-lagu-indonesia-raya-anak-anak-pakar-hukum-gunakan-pendekatan-restorative-justice-HoCCUVtyf3.jpg

JAKARTA – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir menilai pihak kepolisian dalam penyelidikannya terhadap pelaku parodi Lagu Indonesia Raya harus mengedepankan hukum restorative justice yang berlaku bagi anak-anak. Mengingat, usia dua pelaku, NJ dan MDF masih masuk ke dalam kategori anak-anak.

Bahkan, Muzakir menilai akan lebih baik jika perkara tersebut diberhentikan saja. “Ternyata pelakunya masih belum dewasa atau anak-anak, maka sebaiknya penyidik tidak melanjutkan perkara atau menggunakan pendekatan restorative justice atau melakukan diversi,” ucapnya ketika dihubungi, Sabtu (2/1/2021).

Baca Juga:  Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Ternyata Paham Trik Kelabui Polisi

Lebih jauh dia menjelaskan, seharusnya kepolisian menggali lebih dalam terlebih dulu apa yang menjadi latar belakang dari para pelaku untuk memparodikan lagu Indonesia Raya. Dia pun menduga tindakan tersebut hanya sebuah bentuk kesuilan semata.

“Anak itu kan semester ini full pakai handphone. Karena untuk belajar melalui daring itu. Ketika belajar daring itu kan pasti anak anak mencari tahu apa yang diinginkan dan terkadang bisa usil ya. Itu menurut saya bagian dari keusilan mereka,” ucapnya.

“Jika tidak puas terhadap guru maka akan ditulis di situ juga, terhadap kondisi yang ada maka akan mereka tulis lah thdp kondisi yang ada sekarang ini. Jadi kalau dia melakukan usil dengan sedikit mengubah lagu itu adalah bagian dari keusilan,” katanya melanjutkan.

Muzakir menuturkan, aparat kepolisian seharusnya bisa mengedepankan edukasi dalam mengurusi masalah ini. Dia pun menyayangkan, peristiwa ini terlalu digembar-gemborkan.

“Edukasi. semestinya edukasinya yang harus ditonjolkan. Ini kalau digembar gemborkan seperti ini, masa negara melawan anak seluruh aparat negara dipakai untuk itu. Menurut saya berlebihan, jadi ini anak ya tetap saja hukumnya harus dipahami dalam konteks anak,” paparnya.

Sekadar informasi, Bareskrim Polri telah menangkap dua pelaku pembuat parodi lagu Indonesia Raya. Keduanya merupakan warga negara Indonesia. Pengungkapan kasus dilakukan setelah Tim Siber Bareskrim Polri melakukan kordinasi dengan PDRM.

“Akhirnya dari PDRM berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang inisialnya NJ umurnya 11 tahun,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri Jumat 1 Januari 2021.

NJ diamankan oleh PDRM di wilayah Sabah, Malaysia. Ia tinggal disana bersama dengan orang tuanya yang bekerja sebagai driver di sebuah perkebunan di Sabah.

 Baca Juga: Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Ditangkap, Roy Suryo: Jangan Berhenti di 2 Anak, Modusnya Kompleks

Dari pengakuan NJ kata Argo, video tersebut dibuat pertama kali bukan oleh dirinya melainkan temannya di Indonesia dengan inisial MDF (16). Ia yang mengunggah pertama kali video parodi berjudul “Indonesia Raya Instrumental (Parody + Lyrics)” kemudian diunggah di YouTube dengan akun “MY Asean”.

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap MDF dikediamannya di Cianjur, Jawa Barat pada Kamis 31 Desember 2020 malam. “Ternyata orang Cianjur. Semalam ditangkap di rumahnya dia kelas 3 SMP, kita bawa ke Bareskrim kemudian kita lakukan pemeriksaan,” tutur Argo.

Argo menjelaskan, NJ dan MDF saling berteman di dunia maya. Keduanya juga sering saling ejek satu sama lain.

(Ari)

Lihat juga:
Kumpulan Berita Trending dan Viral di Sini
  • #polri
  • #Pelecehan Indonesia Raya
  • #Indonesia Raya
  • #Parodi Lagu Indonesia Raya

Next Post

Tak Miliki Riwayat Perjalanan, Pria Florida Ini Terpapar Covid-19 Jenis Baru

Sab Jan 2 , 2021
WASHINGTON – Varian baru Covid-19 yang mewabah di Inggris turut ditemukan di Florida, Amerika Serikat, kata pejabat setempat, Kamis 31 Desember 2020. Temuan itu jadi kasus ketiga untuk Covid-19 jenis baru di Amerika Serikat. Departemen Kesehatan Florida mengatakan kasus terbaru ditemukan pada seorang pria berusia 20 tahun di Martin County. […]