Pedagang Sayur Meninggal karena Covid-19, Keluarga Tidak Kooperatif

https: img.okezone.com content 2020 11 12 512 2308765 pedagang-sayur-meninggal-karena-covid-19-keluarga-tidak-kooperatif-mCKNT4HtG6.jpg

SOLO – Seorang pedagang sayur di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo dilaporkan meninggal dunia akibat positif Covid-19. Kontak erat pasien yang bersangkutan bahkan menolak menjalani swab.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, pasien yang meninggal semula berstatus suspect yang kemudian naik kelas menjadi terkonfirmasi positif. Pasien meninggal dunia pada Rabu (11/11/2020) kemarin.

“Kami jadwalkan swab hari ini tetap tidak mau. Padahal kami harus tracing,” kata Siti Wahyuningsih, Kamis (12/11/2020).

Dinkes Solo kemudian meminta bantuan Pemerintah Kelurahan, Pemerintah Kecamatan dan Babinkamtibmas setempat agar jangan sampai terjadi kontak antara warga sekitar dengan kontak erat pasien tersebut. Upaya ini guna menekan kemungkinan penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Penyalahgunaan Dana Pembangunan Water Front City

Baca Juga : Paguyuban Mantan Pemimpin Dunia Minta Trump Terima Kekalahan Pilpres AS

Petugas Puskesmas, lanjutnya, kesulitan masuk ke kasus ini karena keluarga pasien tidak kooperatif. Pihaknya juga menyayangkan karena setelah diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, warung tersebut masih sempat buka. Sementara, pada kamis hari ini tercatat ada penambahan 37 kasus baru positif Covid-19 dan dua meninggal dunia.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, penambahan didominasi klaster antar keluarga hasil tracing kontak. “Satu keluarga dekat dengan keluarga lain, lalu menularkan,” terang Ahyani. Pasien suspect yang naik kelas, biasanya membawa rentetan kasus baru karena tertular. Mereka terdeteksi setelah dilaksanakan tracing.

(aky)

1
1

  • #Solo
  • #Covid-19
  • #Virus Corona

Next Post

Dana kampanye calon kepala daerah dinilai perlu diaudit

Kam Nov 12 , 2020
Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah melakukan audit dana kampanye calon kepala daerah dan mengevaluasi pelaporan sumbangan dana kampanye pada Pilkada Serentak 2020. Bambang Soesatyo, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menegaskan laporan dana kampanye semestinya akurat sebab menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas pasangan calon serta upaya pencegahan […]