Ngaku Bos, Komplotan Penipu Gasak Uang Perusahaan hingga Rp1,6 Miliar

https: img.okezone.com content 2020 09 10 338 2275315 ngaku-bos-komplotan-penipu-gasak-uang-perusahaan-hingga-rp1-6-miliar-lamS2ySJrm.jpg

JAKARTA – Subdit Resmob Polda Metro Jaya menangkap empat pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai pimpinan sebuah perusahaan. Para penipu tersebut berhasil menggasak uang sebuah perusahaan sebesar Rp1,6 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keempat pelaku yang ditangkap adalah berinisial A, RW, FA, dan I. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial AI masih dalam pengejaran polisi.

Yusri menjelaskan, keempat orang tersebut memiliki peran masing-masing seperti A memiliki peranan sebagai seorang yang mengaku pimpinan perusahan dan ingin memindahkan deposito dari bank ke bank lain.

Baca Juga:  Satu Keluarga Nekat Jadi Komplotan Pencurian Motor 

Lalu, RW bertugas sebagai pembuat surat palsu untuk kepentingan pemindahan dana perusahaan antara bank dan FA yang menyediakan kendaraan sehingga A seolah-olah adalah pimpinan perusahaan.

Sedangkan AI berperan sebagai pembuka rekening yang digunakan komplotan tersebut, dan tersangka I bertugas mengantarkan berkas palsu untuk pemindahan rekening perusahan. “Jadi kelompok ini mencari data perusahaan melalui google (mesin pencari web),” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/9/2020).

Kasus ini berawal dari laporan sebuah perusahan, PT CWI, yang melporkan kehilangan uang karena ada pemindahan dana deposito. Kelompok ini melakukan penipuan dengan mengaku sebagai Direktur PT CWI dan ingin mengalihkan aset perusahaan ke rekening pribadi mereka.

“Mereka ini penipu melalui ponsel dengan cara menghubungi pihak bank yang ada. Mereka pertama-tama mengaku sebagai direktur perusahaan, dan nantinya akan memindahkan deposit atau uang perusahan,” tegasnya.

Cara kerja mereka dengan terlebih dulu melakukan riset perusahaan yang menjadi target melalui internet. Setelah mendapat informasi detail terkait perusahaan sasaran, mereka menyiapkan persyaratan pengalihan aset perusahaan ke bank lain. Tersangka lalu menelepon pihak bank dan mengaku-ngaku sebagai dirut PT korban.

“Deposit dari PT ini ke rekening penampung melalui bank tersebut dengan jumlah cukup besar. Total semuanya Rp1,5 miliar lebih,” katanya.

Namun, dia enggan merinci secara detail perihal modus sindikat ini dengan alasan agar tidak ada pelaku kejahatan lain yang mengikuti modus kejahatan sindikat ini. Dari hasil pendalaman pihak kepolisian, sindikat ini tidak bekerja sama dengan pihak perbankan.

“Keterlibatan rekan dari bank sampai saat ini belum kita temukan. Namun salah satu tersangka ada yang residivis di modus operandi yang sama, tahun 2018 keluar dan main lagi,” tukasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP, 263 KUHP, Pasal 3, 4, 5 junto Pasal 2 Ayat (1) huruf R dan Z Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pemberantasan TPPU. Para tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

(Ari)

  • #jakarta
  • #Kriminalitas
  • #Polda Metro Jaya
  • #Penipuan
  • #pencurian

Next Post

Demi Hidupi Anak, Janda Muda Nekat Jualan Sabu

Kam Sep 10 , 2020
LAHAT – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Lahat menciduk seorang wanita muda berinisial AM (25) warga Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat . Bandar sabu itu diamankan di Jalan Sekolah, Kelurahan Gunung Gajah, Kecamatan Lahat. Wanita muda yang juga merupakan seorang ibu rumah tangga ini ditangkap karena telah kedapatan […]