Mulai Senin Akan Ada Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Ini Aturan Mainnya

https: img.okezone.com content 2021 01 09 337 2341434 mulai-senin-akan-ada-pembatasan-kegiatan-masyarakat-ini-aturan-mainnya-ACv12XdbBT.jpg

JAKARTA – Pemerintah akan memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai Senin, 11 Januari mendatang demi mengurangi penyebaran Covid-19. Namun pembatasan baru ini tidak semenakutkan seperti yang dibayangkan oleh masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto dalam pemberlakuan aturan tersebut masyarakat di Jawa dan Bali tetap boleh bepergian. Namun, harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

“Berpergian boleh tapi harus ada Tes swab untuk transportasi udara dan rapid antigen untuk darat,” kata Airlangga di Jakarta.

Ia menyatakan bahwa transportasi publik tetap beroperasi seperti biasa. Namun, dengan ketentuan jam yang berlaku, agar tidak menciptakan mobilitas yang tinggi.

Selain itu, lanjut Airlangga, tempat ibadah masih boleh dibuka. tetapi dengan kapasitas yang sudah ditentukan yaitu 50 persen. “Jadi secara prinsip ruangan di tempat ibadah kapasitas tidak boleh lebih dari 50 persen.” jelasnya.

Airlangga mengingatkan agar setiap masyarakat bisa menjaga diri sendiri dengan menggunakan masker untuk melindungi keluarga dan tidak membahayakan orang lain. Kemudian menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Yang tidak boleh itu berkerumun yang dibatasi di tempat publik. Jadi inilah yang dijaga.” terangnya.

Merangkum dari Instagram resmi Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri, keputusan penerapan pembatasan ini sesuai dengan PP No.21 tahun 2020 yang mencakup 10 aspek penting yang harus diperhatikan, yakni:

1. Membatasi tempat kerja dengan 75 persen work from home (WFH).

2. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring.

3. Kebutuhan pokok tetap beroperasi. Diatur dengan pembatasan kapasitas dan protokol kesehatan ketat.

4. Pembatasan operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00.

5. Untuk sistem makan dan minum di tempat maksimal 25 persen.

6. Tempat ibadah dengan kapasitas 50 persen dengan protokol kesehatan.

7. Fasilitas umum dah kegiatan sosial budaya dihentikan sementara.

8. Kapasitas dan jam operasional moda transportasi umum akan diatur.

9. Pengerjaan bidang konstruksi tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

10. Sistem takeway atau delivery tetap bisa dilakukan.


(kha)

  • #Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona

Next Post

MUI Nyatakan Vaksin Sinovac Halal dan Suci, Ini Alasannya

Sab Jan 9 , 2021
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno hasil audit vaksin Covid-19 Sinovac dari China. Ketua MUI Bidang Fatwa dan Urusan Halal Asrorun Ni’am Sholeh menyatakan, vaksin Sinovac dari China halal dan suci. “Menyepakati bahwa vaksin Covid-19 Sinovac hukumnya suci dan halal, ini aspek kehalalannya,” ucap Asrorun. Hanya saja, […]