Muhammadiyah Koreksi Waktu Subuh Kemenag, Ini Penjelasannya

https: img.okezone.com content 2020 12 21 337 2331232 muhammadiyah-koreksi-waktu-subuh-kemenag-ini-penjelasannya-LAq6VSOra9.jpg

JAKARTA Muhammadiyah melakukan koreksi waktu Subuh yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag). Hal tersebut berdasarkan temuan lembaga penelitian dan ilmu falak Muhammadiyah.

Menukil dari situs Muhammadiyah, berdasarkan Alquran dan al-Hadis menunjukkan bahwa waktu subuh ditentukan oleh fenomena alam. Pandangan-pandangan para ulama-astronom pun diperlihatkan untuk menambah referensi terkait ketentuan waktu subuh ini. Belakangan, bahasan ini cukup hangat diperbincangkan lantaran adanya perbedaan pendapat tentang ketinggian matahari waktu subuh.

Baca Juga:  ‘Dana Jumbo’ Muhammadiyah Ditarik dari Bank Syariah Indonesia Januari 2021?

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohamad Mas’udi menjelaskan, pembahasan terkait masalah waktu subuh ini juga merupakan lanjutan dari temuan Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron UAD), dan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU).

“Berdasarkan temuan ketiga lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah ini menyimpulkan bahwa ketentuan Kementerian Agama tentang ketinggian matahari pada waktu subuh di angka -20 derajat perlu dikoreksi dan Majelis Tarjih menilai -18 derajat merupakan angka yang lebih akurat,” jelas Mas’udi saat memaparkan Hasil Munas Tarjih Muhammadiyah ke 31 pada Minggu 20 Desember 2020.

Baca Juga:  Viral, Mahasiswa Ini Gendong Ayahnya yang Sakit ke Lokasi Wisuda

Menurutnya, dengan adanya koreksi dua derajat itu maka waktu subuh saat ini diundur sekitar 8 menit, umpamanya saat ini Subuh di Indonesia Bagian Barat jam 03.50 maka awal waktu subuhnya mundur menjadi 03.58 menit.

(Ari)

  • #Waktu Subuh
  • #Muhammadiyah
  • #Kemenag
  • #subuh

Next Post

Kemendagri adakan konsultasi publik penanganan COVID-19 di Bali

Sen Des 21 , 2020
Dialog yang dilakukan di Bali ini diharapkan akan dapat direplikasi ke daerah lain Denpasar – Kementerian Dalam Negeri mengadakan konsultasi publik tentang sinergi penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara pararel dan integratif pemerintah dengan masyarakat dan sektor swasta di Bali, NTT, dan NTB, di Denpasar, Senin (21/12). Staf Khusus Bidang […]