Mendagri Ingin IGA Dapat Pacu Daerah Lebih Inovatif

https: img.okezone.com content 2020 12 19 337 2330485 mendagri-minta-iga-dapat-pacu-daerah-lebih-inovatif-PhViDJ4tWh.jpg

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap ajang Innovative Government Awards (IGA) dapat memacu daerah-daerah yang kurang inovatif agar termotivasi dalam membangun daerahnya, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, ataupun penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Mendagri pada Malam Penganugerahan Innovative Government Award 2020 di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, (18/12/20).

Tito mengatakan pemerintahan di daerah dapat berjalan dengan baik salah satunya adalah dengan cara menciptakan iklim yang kompetitif antara satu pemerintahan daerah dengan pemerintahan daerah lainnya, baik antar provinsi, antar kota, maupun antar kabupaten.

Ia meminta jangan hanya sekedar memberikan penghargaan saja kepada Pemda yang mampu menciptakan inovasi bagi daerahnya, tetapi juga harus dibuat indeks atau peringkat tertinggi sampai yang terendah. Tak sampai disitu, indeks inovasi Pemda juga perlu untik diumumkan kepada publik.

“Sehingga yang kurang inovatif ini atau tidak ada datanya, tidak ada inovasi dia juga memiliki rasa malu karena publik daerahnya akan menilai siapa dia dan itu akan membuat dia terbangun, termotivasi,” kata Tito dalam sambutannya.

Mantan Kapolri itu menambahkan, daerah-daerah yang sulit berinovasi memiliki berbagai macam persoalan, terutama menyangkut kemampuan memanfaatkan dan mengembangkan peluang yang ada. Untuk itu, diperlukan kepemimpinan yang kuat untuk mengelola segenap sumber daya yang ada, agar bersama-sama mengembangkan terobosan. Tak kalah penting, kemampuan kewirausahaan juga sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai permasalahan itu.

Mendagri pun meminta daerah-daerah dapat membuat terobosan-terobosan, salah satunya di bidang politik. Tito pun mencontohkan, bagaimana membuat Pilkada di tengah pandemi dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, namun tetap dapat menarik masyarakat menggunakan hak pilihnya agar partisipasi meningkat.

Baca Juga : Kemendagri Apresiasi 195 Pemda Berpredikat Sangat Inovatif

Contoh lainnya, lanjut dia, terobosan di bidang keuangan untuk mewujudkan transparansi informasi. “Makin terbukanya informasi kita memang harus mengubah mindset dalam bidang keuangan penganggaran, sistem harus dibuat lebih transparan,” ujarnya.

Untuk itu, Tito mengatakan review yang dilakukan oleh Kemendagri terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat provinsi tidak lagi dikerjakan sendiri oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah.

“Tetapi akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai satu tim,” pungkasnya.

(aky)

  • #Inovatif
  • #Pemerintah Daerah
  • #Kemendagri

Next Post

Jam Tangan Klasik Milik Mantan Presiden AS Seharga Rp381 Juta Dicuri

Sab Des 19 , 2020
LONDON – Jam tangan Apocket senilai hampir USD27.000 (Rp381 juta) milik mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Woodrow Wilson telah dicuri dari sebuah dealer barang antik di London. Melalui siaran pers, polisi Metropolitan kota mengatakan arloji klasik ini dicuri sekitar pukul 00.30 waktu setempat pada Sabtu (12/12). Polisi mengatakan seorang pria […]