Mayat Wanita dalam Kardus Sudah Membusuk, Diduga Tewas 3 Hari Lalu

https: img.okezone.com content 2020 08 26 338 2267466 mayat-wanita-dalam-kardus-sudah-membusuk-diduga-sudah-tewas-3-hari-lalu-1IWaKF35aC.jpg

TANGERANG SELATAN – Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan bukti atas ditemukannya jasad wanita di dalam kardus di sebuah kontrakan di Kampung Kebantenan RT03 RW08, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Jasad korban sendiri telah membusuk di dalam kardus. Diduga wanita berusia sekira 30-35 tahun itu tewas sejak 3 hari lalu. Warga sekitar sendiri baru mengetahui ada mayat setelah mencium bau busuk dari arah kamar kontrakan.

Ditemukan senjata tajam di kontrakan tersebut. Bahkan didekat kardus, terlihat pula ada karung besar yang dicurigai akan digunakan pelaku untuk memasukkan jasad korban sebelum akhirnya dimasukkan dalam kardus.

Pihak kepolisian belum mengetahui jelas kondisi tubuh korban saat dievakuasi ke RSU. Dikatakan, jasad yang membusuk menyulitkan polisi secara kasat mata untuk memeriksa apakah ada bekas tusukan atau mutilasi.

Baca Juga: Mayat Wanita Dalam Kardus Ditemukan di Tangsel

“Kita masih coba melihat lagi (korban mutilasi), karena kondisi jenazah sudah sekitar 3 hari. Jadi sudah tidak sempurna,” jelas Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Muharam Wibisono, Selasa (25/8/2020) malam.

Warga sekitar mengungkap, bahwa korban terlihat mendatangi kamar kontrakan yang ditinggali seorang pria berprofesi sekuriti itu pada Sabtu 22 Agustus 2020. Sedangkan pria tersebut terlihat pergi selepas maghrib pada hari yang sama.

“Dan mudah-mudahan saya segera dapat menemukan pelakunya. Karena memang di kos-kosan ini korban sebagai tamu,” jelas Muharam.

(kha)

  • #pembunuhan
  • #mutilasi
  • #Polres Tangsel
  • #Mayat Wanita Dalam Kardus
  • #tangsel
  • #mayat wanita

Next Post

Curiga Ada Kongkalikong Penerima Bantuan, Petani Geruduk DPRD Polman

Rab Agu 26 , 2020
Jakarta – Kantor DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman), digeruduk puluhan petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Polman. Mereka mendesak DPRD Polman menegur dan memanggil oknum Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Oknum TPM tersebut diduga secara sepihak, telah mengalihkan dan mengintervensi pemerintah desa. Terkait calon […]