Mayarakat di Daerah Rawan Bencana Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

https: img.okezone.com content 2020 09 28 337 2284686 mayarakat-di-daerah-rawan-bencana-diminta-tingkatkan-kewaspadaan-6M4f4Ev2Ai.jpg

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terkait adanya potensi cuaca ekstrem selama peralihan musim. Terutama, bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana.

Hal itu diimbau BNPB menyusul adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama peralihan musim atau pancaroba di tahun ini.

“Terkait dengan cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Senin (28/9/2020).

“Bencana hidrometerologi tersebut masih dominan terjadi dengan dampak yang luar biasa baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material,” sambungnya.

Berdasarkan laporan dari BMKG, kata Raditya, hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi melanda beberapa wilayah Indonesia pada 28 September 2020. Wilayah tersebut yakni Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan dan dapat diikuti kilat atau petir serta angin kencang yaitu Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat.

“Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut dan berlokasi dekat dengan sungai-sungai baik di bagian hulu hingga hilir serta wilayah berpotensi banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Raditya.

“Selain itu, pemukiman yang berdekatan dengan tebing atau di wilayah perbukitan untuk memantau kondisi lingkungan sekitar. Langkah pencegahan dini dibutuhkan untuk mengantipasi dampak longsor yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi mapun struktur tanah yang labil,” imbuhnya.

Baca Juga : Ini Faktor Penentu Turunkan Kasus Positif Corona di Indonesia

Di samping itu, Raditya juga mengingatkan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan ketika evakuasi diri saat terjadi bencana. Sebab, saat ini Indonesia, bahkan dunia masih dilanda wabah virus corona (Covid-19).

“Di tengah potensi bahaya hidrometeorologi ini, masyarakat juga diharapkan untuk memperhatikan protokol Kesehatan apabila harus melakukan evakuasi. Hal itu dilakukan karena pandemi Covid-19 masih terjadi berbagai wilayah,” pungkasnya.

(aky)

  • #Kawasan Rawan Bencana
  • #Cuaca ekstrem
  • #Rawan Bencana
  • #Daerah Rawan Bencana
  • #BNPB

Next Post

Kemarin, pembahasan RUU Cipta Kerja hingga Rakor Pemuda Muhammadiyah

Sen Sep 28 , 2020
Menarik dibaca kembali untuk mengawali informasi Anda pekan ini Jakarta – Pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) kluster Ketenagakerjaan hingga sambutan Menko Polhukam Mahfud MD saat Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pemuda Muhammadiyah secara daring, Minggu (27/9), menarik dibaca kembali untuk mengawali informasi Anda pekan ini. 1. […]