Marak Ujaran Kebencian, Sosiolog: Sampaikan Informasi di Medsos Sesuai Fakta dan Data

https: img.okezone.com content 2020 10 25 337 2299073 marak-ujaran-kebencian-sosiolog-sampaikan-informasi-di-medsos-sesuai-fakta-dan-data-2n1i9T7YbC.jpg

JAKARTA – Sosiolog Universitas Nasional (Unas), Sigit Rochadi mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) sehari-hari.

Menurutnya, penyebaran informasi di jejaring sosial harus sesuai dengan fakta dan data yang kuat. Dengan begitu, dapat terhindar dari jeratan hukum UU ITE, seperti ujaran kebencian, SARA dan penghinaan kepada seseorang atau penguasa.

“Jika ingin menyampaikan informasi ke publik, harus diperiksa se akurat mungkin, sesuai fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sigit kepada Okezone, Minggu (25/10/2020).

Baca juga:

Gus Nur Langsung Diswab Tes Setibanya di Bareskrim Polri

Gus Nur Ditetapkan Tersangka Ujaran Kebencian dan Penghinaan

Medsos, kata Sigit, sebenarnya lebih bermanfaat untuk kepentingan silahturahmi dan kegiatan sosial. Namun, dewasa ini dunia maya kerap dijadikan ajang untuk menjatuhkan dan menghina orang ataupun lembaga.

“Medsos sebaiknya digunakan untuk menyampaikan informasi keluarga, pertemanan/persahabatan dan bentuk solidaritas sosial lainnya,” ujar Sigit.

Sebab itu, Sigit menekankan, dunia maya kini menjadi salah satu tren yang tak bisa dihindarkan. Tetapi, perlu adanya kedewasaan dalam menggunakan media sosial saat ini.

 

“Opini tentang suatu hal dapat disampaikan via medsos asal tidak menyesatkan, bukan fitnah dan bukan hasutan,” ucap Sigit.

Kasus ujaran kebencian belakangan ini marak diungkap oleh aparat kepolisian. Terbaru adalah penangkapan terhadap Gus Nur yang diduga menghina organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

(wal)

1
1

  • #Hukum Bermedsos
  • #hatespeech
  • #polri
  • #Gus Nur Ditangkap
  • #Gus Nur
  • #Kasus Hatespeech

Next Post

PSBB Transisi di Jakarta Akan Berakhir, Akankah Diperpanjang?

Ming Okt 25 , 2020
JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi penanganan Covid-19 atau virus corona di DKI Jakarta akan berakhir pada hari ini, Minggu (25/10/2020). Dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Anies Baswedan, PSBB transisi ketika itu mulai aktif sejak tanggal 12 Oktober 2020. Sebelumnya, kebijakan Anies sempat menarik rem darurat terkait […]