Mantan Menteri Lingkungan Hidup: Bertubi-tubi Ditimpa Bencana, Jangan Cari-Cari Kesalahan

https: img.okezone.com content 2021 01 18 337 2346117 mantan-menteri-lingkungan-hidup-bertubi-tubi-ditimpa-bencana-jangan-cari-cari-kesalahan-ZqPMj36aOj.jpg

JAKARTA – Mantan Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto, Emil Salim, turut angkat bicara soal rentetan peristiwa alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Seperti gampa yang mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar), banjir menggenangi Kalimantan Selatan (Kalsel), gelombang besar menghantam Manado, dan peristiwa lainnya.

Menurut Emil, tidak tepat rasanya jika dalam kondisi saat ini, justru sibuk mencari kesalahan, lebih baik menemukan solusi atas segala permasalah yang terjadi.

Jika ber-tubi2 masyarakat kita ditimpa bencana & musibah, jangan cari2 kesalahan, tapi cari jalan rasional ilmiah dan bertanya: ilmu-science apa yg perlu dikembangkan utk hindari berulangnya kembali musibah dalam kehidupan bangsa kita di masa depan?” tulis Emil melalui akun Twitter-nya yang dikutip, Senin (18/1/2021).

Baca Juga : 81 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,2 di Sulawesi Barat

Diketahui, pemerintah dan sejumlah relawan terus bahu membahu membantu warga yang tengah menghadpi kesulitan. Seperti BNPB menyalurkan Rp3,5 miliar untuk penanganan banjir di Provinsi Kalsel.

Sementara Pasukan elite dari TNI Angkatan Udara (AU) Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) pun ikut terjun dalam misi kemanusiaan membantu para korban bencana banjir yang terjadi di Kalimantan, Selatan. Mereka melakukan proses evakuasi bagi para korban jiwa. Dalam dua misi kemanusiaan itu, mereka manargetkan tiga lokasi.

(aky)

  • #Manado
  • #Gempa Sulbar
  • #Banjir di Kalsel
  • #Emil Salim

Next Post

Begini Syarat Pendonor Plasma Konvalesen

Sen Jan 18 , 2021
SEMARANG – Penyintas Covid-19 di Kota Semarang Jawa Tengah diminta berpartisipasi dalam penanggulangan virus asal Wuhan China tersebut. Mereka bisa mendonorkan plasma konvalesen bagi penderita Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menuturkan, beberapa kriteria seseorang bisa menjadi pendonor plasma. Di antaranya, sehat, umur 18-60 tahun, berat badan lebih […]