Mahasiswa Janji Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 10 08 338 2290159 mahasiswa-janji-patuhi-protokol-kesehatan-covid-19-yOtXuuC1Ci.jpg

BOGOR – Polisi tidak memberi izin Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk menggelar aksi demo di Jakarta. Alasan polisi melarang aksi adalah agar semonstrasi tidak justru menjadi klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami coba memahami instruksi Polri, memang dikhawatirkan akan timbul klaster covid baru. Tapi di satu sisi kami juga melihat ada keinginan dari mahasiswa untuk bersuara terkait kondisi saat ini. Itukan salah satu yang buat kami butuh sesuatu yang harus disalurkan kalau gak, minimal harus diberikan wadah,” kata Ketua BEM KM IPB Bhirawa Anaditya Wicaksana, kepada Okezone, Rabu (7/10/2020).

Dalam pelaksanaannya nanti, mahasiswa BEM KM IPB akan tetap mencoba masuk ke Jakarta dengan menerapkam protokol kesehatan. Juga berbagai kebutuhan penunjang lainnya seperti tim medis.

“Kami menyiapkan protokol, juga menyiapkan peralatan cadangan, tim medis, dan juga protokol nanti di lapangan. Jadi ketika besok yang mencegah setidaknya kami bisa menyampaikan kalau kami sudah melaksaskan protokol kesehatan. Karena sebnarnya kami juga tidak tahu covid itu bisa kenanya kapan. Bahkan yang pakai masker terus juga bisa, tapi di satu sisi kami ingin tetap bersuara,” ungkapnya.

Namun jika memamg besok kondisnya tetap tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa opsi. Salah satunya dengan menyuarakan aksi melalui online kepada mahasiswa.

“Opsi salah satunya itukan mahsiswa juga ada kuliah online, jadi kita gunakan virtual background serentak. Jadi kita kan sebenarnya pengen orang-orang juga tahu Omnibus Law. Jadi biar di kelas mereka juga saling mengetahui di kelas masing-masing mungkin dengan dosen agar bisa dikusi tentang RUU ini mendapatkan perspektif dari mereka,” jelas Wicaksana.

Meski begitu, hingga kini pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan BEM dari kampus lainnya terkait aksi besok. Ia berharap agar aksi penolakan dari mahasiswa ini berjalan dengan kondusif.

“Kita masih koordinasi lanjutan dengan BEM lainnya. Ya jelas intinya tetap ingin ke Jakarta. Kita masih jalin komunikasi juga dengan yang di sana, kita masih melihat perkembagan situasi yang ada,” tutupnya.

(aky)

  • #UU Ciptaker
  • #Demo Mahasiswa
  • # Omnibus Law

Next Post

Wapres Ma'ruf: ASN Harus Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020

Kam Okt 8 , 2020
Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) adalah mandat konstitusi. Dalam Pelaksanaan Pilakda, Ma’ruf meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) berlaku netral. “Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah atau Pilkada merupakan mandat konstitusi, sebagai perwujudan kedaulatan rakyat sekaligus sebagai sarana bagi rakyat untuk mengaktualisasikan hak konstitusional sekaligus […]