Macron Peringatkan Pemimpin Muslim Prancis Terima Piagam quot;Nilai-Nilai Republikquot;

https: img.okezone.com content 2020 11 21 18 2313403 macron-peringatkan-pemimpin-muslim-prancis-terima-piagam-nilai-nilai-republik-kGxOp2gWsC.jpg

PRESIDEN Prancis, Emmanuel Macron, memberikan waktu dua minggu untuk para pemimpin Muslim di negara tersebut guna menerima “piagam nilai-nilai republik”. Ini sebagai bagian dari upaya luas untuk mengatasi Islam radikal.

Langkah tersebut ditempuh kurang dari sebulan sejak terjadi serangan-serangan yang dikatakan dilakukan orang-orang radikal.

Ultimatum Presiden Macron disampaikan pada Rabu (18/11) di hadapan para pemuka agama dalam wadah Dewan Muslim Prancis (CFCM) dan waktu yang diberikan adalah 15 hari.

Mereka yang hadir dalam pertemuan di Istana Élysée antara lain delapan pengurus Dewan Muslim Prancis. Presiden Macron didampangi Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin

Dalam piagam akan disebutkan bahwa, adalah agama dan bukan gerakan politik, serta melarang “campur tangan asing” dalam kelompok-kelompok Muslim.

“Dua dasar akan dituangkan dalam piagam: penolakan politik Islam dan semua bentuk campur tangan asing,” kata seorang sumber kepada surat kabar Le Parisien setelah pertemuan Rabu malam.

Dewan Muslim Prancis setuju untuk membentuk Dewan Imam Nasional yang dilaporkan akan mengeluarkan akreditasi bagi para imam.

Macron membela tegas sekulerisme Prancis menyusul serangan-serangan terbaru, termasuk pemenggalan seorang guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam diskusi di kelas bulan lalu.

“Separatisme Islam”

Pengunjuk rasa di banyak negara mengecam Presiden Macron terkait pernyataannya tentang Islam. (EPA)


Presiden Macron juga mengumumkan langkah baru mengatasi hal yang disebutnya “separatisme Islam” di Prancis.

Langkah ini meliputi pembuatan rancangan undang-undang luas untuk mencegah radikalsasi, di antaranya mencakup:

Pembatasan sekolah rumah dan pemberian hukuman lebih berat kepada mereka yang mengintimidasi pejabat publik dengan menggunakan dalih agama

Memberikan nomer indentifikasi kepada anak-anak untuk memastikan mereka bersekolah

Orang tua yang melanggar peraturan dapat diancam dengan hukuman penjara maksimal enam bulan dan juga denda besar

Larangan memberikan informasi pribadi yang memungkinkan keberadaan orang tersebut dapat dilacak oleh mereka yang ingin mengancam keselamatannya

“Kita harus menyelamatkan anak-anak kita dari cengkeraman Islam radikal,” kata Darmanin kepada surat kabar Le Figaro.

RUU tersebut akan dibahas kabinet Prancis pada tanggal 9 Desember.

Guru tulis email soal serangan kebencian

Samuel Paty, guru yang dipenggal di luar sekolahnya bulan lalu, menjadi sasaran serangan kebencian online sebelum kematiannya pada tanggal 16 Oktober.

Surat kabar Le Monde menerbitkan surat-surat elektronik antara Paty dan sejumlah koleganya pada hari-hari sesudah ia menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelas.

“Ini sangat mengganggu dan khususnya ini berasal dari keluarga yang anaknya tidak ada di kelas saya dan bukan seseorang yang saya kenal,” tulis Paty. “Ini menjadi rumor jahat.”

Dalam email terpisah ia menulis: “Saya tidak akan lagi memberikan pelajaran mengenai tema ini – Saya akan memilih bentuk kebebasan lain sebagai bahan pelajaran.”

Sebelumnya, Presiden Macron menyebut Islam sebagai agama “dalam krisis” dan membela hak majalah satire untk menerbitan karikatur Nabi Muhammad.

Penggambaran seperti itu dianggap tabu dalam Islam dan dianggap sangat menyinggung perasaan oleh umat Islam.

Menyusul pernyataan-pernyataan tersebut, Presiden Macron menjadi sasaran kebencian di sejumlah negara yang mayoritas penduduk Muslim. Pemrotes juga menyerukan boikot produk-produk Prancis.

Di Prancis, sekularisme negara atau laicite menduduki posisi sentral dalam identitas nasional Prancis.

Baca Juga : Macron : Saya Memahami Kemarahan Umat Muslim, tapi Kekerasan Tak Dapat Dibenarkan

Kebebasan berekspresi di sekolah dan tempat-tempat umum adalah bagian dari nilai tersebut, dan mengekangnya agar supaya menjaga perasaan agama tertentu dianggap sebagai tindakan merongrong persatuan nasional.

Prancis mempunyai penduduk Muslim terbanyak di kawasan Eropa barat.

Baca Juga : Alquran, Ponsel, dan Pisau Ditemukan pada Pelaku Serangan Pisau Gereja Prancis

1
2

  • #Prancis
  • #Presiden Prancis Emmanuel Macron
  • #Emmanuel Macron

Next Post

Biden Sebut Trump Memalukan karena Menolak Akui Kekalahan

Sab Nov 21 , 2020
PRESIDEN Terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyerang Presiden Donald Trump karena menolak mengakui hasil pilpres pada 3 November dan mencegah tim transisinya mengakses informasi penting pemerintah tentang pandemi virus corona, Kamis (19/11/2020). “Sulit memahami bagaimana orang ini berpikir,” ujar Biden, merujuk pada Presiden Donald Trump, melansir VOA Indonesia, Sabtu […]