Lulusan Sarjana Kurang Bahagia Dibanding Mereka yang Tidak Kuliah

https: img.okezone.com content 2020 12 09 18 2324757 lulusan-sarjana-kurang-bahagia-dibanding-mereka-yang-tidak-kuliah-RzcHPBMdLH.jpg

INGGRISLulusan sarjana diketahui kurang bahagia daripada orang muda yang tidak melanjutkan ke universitas.

Hal ini diungkapkan penelitian yang dilakukan badan publik di luar Departemen Pendidikan, Office for Students yang berbasis di Inggris.

Badan Statistik Pendidikan Tinggi ini mensurvei lebih dari 215.000 lulusan 15 bulan setelah mereka menyelesaikan gelar sarjana atau pascasarjana.

Populasi umum dengan skor kecemasan sangat rendah mencapai 40,9 persen. Di antara lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan penuh waktu hanya 27,5 persen yang memiliki skor kecemasan rendah.

Namun, 32,6 persen dari lulusan pekerjaan penuh waktu itu mendapat skor sangat tinggi untuk perasaan apa yang mereka lakukan dalam hidup itu bermanfaat. Sedangkan proporsinya adalah 36,1 persen responden pada populasi umum.

Dari penelitian ini diketahui lulusan kulit hitam memiliki proporsi skor kebahagiaan sangat tinggi, disusul lulusan Asia dan kulit putih.

(Baca juga: Wow, Ibu Belikan Hadiah Natal Hingga Rp15 Juta untuk Anaknya Berusia Tiga Tahun)

Mereka yang kuliah lebih cemas daripada rekan-rekan mereka yang tidak kuliah. Lalu mereka yang menganggur melaporkan tingkat ketidakpuasan tertinggi dengan kehidupan mereka.

Dalam hal kebahagiaan, semua lulusan cenderung tidak mendapat skor yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan populasi umum.

Meskipun lulusan perempuan merasa jika mereka melakukan hal-hal yang lebih berharga dalam hidup mereka daripada rekan laki-laki mereka. Namun mereka tercatat jauh lebih cemas. Data terbaru juga menunjukkan jika perempuan cenderung berpenghasilan lebih rendah.

Studi tersebut juga menemukan lulusan yang lebih tua cenderung tidak merasakan ketidakpuasan dengan kehidupan mereka dan umumnya lebih bahagia daripada rekan-rekan mereka yang lebih muda.

Mereka yang belajar paruh waktu di universitas juga memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

“Pendidikan tinggi dapat memiliki dampak transformasional dan banyak lulusan yang memiliki kehidupan dan karier yang memuaskan,” terang The Office for Students kepada The Times.

“Ada berbagai faktor yang memengaruhi jalur yang diambil lulusan dan memengaruhi perasaan sejahtera mereka,” ujarnya.

“Penting jika universitas dan perguruan tinggi mempersiapkan siswanya untuk dunia kerja, menyadari tantangan yang dihadapi lulusan di pasar tenaga kerja saat ini,” ungkapnya.

“Data ini akan berguna dalam pekerjaan kami untuk memastikan semua siswa, dari mana pun mereka berasal, memiliki pengalaman pendidikan tinggi yang memperkaya kehidupan dan karier mereka,” lanjutnya.

(sst)

  • #Universitas
  • #Kampus
  • #Tidak Kuliah
  • #Pascasarjana
  • #sarjana

Next Post

FPI Sambangi DPR Siang Ini, Laporkan Kasus Penembakan 6 Pengawal Habib Rizieq

Kam Des 10 , 2020
JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) akan mengadukan kasus penembakan yang menewaskan 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) ke Komisi III DPR RI, hari ini, Kamis (10/12/2020).  Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar mengatakan, pihaknya akan menyambangi Gedung DPR RI, Jakarta, sekira pukul 13.00 WIB. “Besok (hari ini) secara […]