LPSK Dorong Polri Selidiki Dugaan TPPO terhadap Repatriasi 155 ABK

https: img.okezone.com content 2020 11 09 337 2306357 lpsk-dorong-polri-selidiki-dugaan-tppo-terhadap-repatriasi-155-abk-xrK6tiPlk4.jpg

JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap repatriasi atau kepulangan 155 anak buah kapal (ABK) dari China.

Pemeriksaan dimaksudkan untuk memastikan apakah para ABK tersebut menjadi korban praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau tidak.

“Kami menyarankan kepolisian juga menelusuri dokumen-dokumen kerja hingga proses keberangkatan mereka sebagai ABK kapal ikan,” kata Wakil Ketua LPSK Antonius Wibowo dalam keterangan resminya, Senin (9/11/2020).

Menurut Antonius, pemeriksaan tersebut juga penting dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya korelasi dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ABK Long Xing 629 yang saat ini proses hukumnya masih berjalan.

LPSK, lanjut Antonius, siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada ratusan ABK tersebut bilamana dalam proses penyeldikan mengindikasikan adanya praktik perdagangan orang.

“LPSK siap memberikan perlindungan kepada ABK mulai dari rehabilitasi medis, psikologis hingga fasilitasi penghitungan Restitusi (ganti rugi oleh pelaku),” terangnya.

Adapun saat ini, tambahnya, LPSK masih melindungi sebanyak 16 korban TPPO ABK Long Xing yang proses hukumnya masih berjalan di tiga Pengadilan Negeri daerah, yaitu Tegal, Brebes, dan Pemalang.

Kasus TPPO menjadi salah satu kasus pidana yang perlu mendapatkan perhatian khsusus. Menurut catatan akhir tahun LPSK 2019, permohonan perlindungan untuk kasus TPPO menempati posisi empat besar setelah kasus kekerasan seksual anak, terorisme dan pelanggaran HAM berat.

Dari pengalaman LPSK melakukan investigasi kasus TPPO khususnya pada sektor kelautan dan perikanan ditemukan fakta banyaknya perlakukan tidak manusiawi yang dialami oleh para korban.

“Biasanya korban mengalami penipuan dalam proses rekrutmen, pemalsuan identitas, jam kerja yang melebihi aturan, tindakan kekerasan dan penganiayaan, penyekapan, gaji yang tidak layak, hingga ancaman pembunuhan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memulangkan 155 ABK WNI serta 2 jenazah yang bekerja untuk 12 kapal ikan China yang diketahui milik Dalian Ocean Fishing Co, perusahaan perikanan Tiongkok yang berpusat di Zhongshan, Dalian.

Baca Juga : 155 ABK WNI dan 2 Jenazah dari China Dipulangkan Lewat Bitung

Pemulangan 155 ABK WNI dan 2 jenazah dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berhasil dilakukan atas kerjasasama RI-RRT. Proses debarkasi berlangsung dengan pengamanan yang ketat di Dermaga LCT Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.

1
2

  • #Tindak Pidana Perdagangan Orang
  • #TPPO
  • #LPSK
  • #ABK China
  • #ABK Kapal China
  • #Anak buah kapal

Next Post

Kemarin, ucapan selamat Indonesia untuk Pemilu Amerika Serikat

Sen Nov 9 , 2020
Jakarta – Ucapan selamat dari Indonesia untuk suksesnya pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat menjadi salah satu topik berita populer di kanal politik news.com, Minggu (8/11). Selain itu, ada pula topik berita terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga soal radikalisme dan terorisme yang dapat dirangkum sebagai berikut: Presiden Jokowi sampaikan selamat […]