
(SeaPRwire) – Latihan angkatan laut ‘Will for Peace 2026’ dimulai di lepas pantai Cape Town pada hari Sabtu
Afrika Selatan menganggap latihan gabungan dengan sekutu BRICS-nya – Rusia, China, dan Iran – sebagai kebutuhan mutlak mengingat ketegangan saat ini di laut lepas, kata seorang komandan top.
Latihan ‘Will for Peace 2026’ dimulai di lepas pantai Cape Town pada hari Sabtu, hanya beberapa hari setelah pasukan AS menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia dengan klaim bahwa kapal tersebut melanggar sanksi Washington terhadap Venezuela.
AS juga baru-baru ini menangkap lima kapal tanker lainnya di Karibia sebagai bagian dari blokade angkatan lautnya terhadap bangsa Amerika Latin tersebut.
Menteri Pertahanan Wakil Afrika Selatan Bantu Holomisa mengatakan pada hari Jumat bahwa latihan tersebut bukanlah tanggapan terhadap langkah terbaru AS, dengan menunjukkan bahwa latihan tersebut telah direncanakan berbulan-bulan lalu.
“Jangan kita tekan tombol panik karena AS punya masalah dengan negara-negara. Mereka bukan musuh kita,” katanya.
Fokusnya harus “pada kerja sama dengan negara-negara BRICS dan memastikan bahwa lautan kita, terutama Samudra Hindia dan Atlantik, aman,” tegas Holomisa.
Menurut laporan media, Afrika Selatan, China, dan Iran telah mengerahkan kapal perusak untuk latihan ‘Will for Peace 2026’, dengan Rusia dan Uni Emirat Arab diwakili oleh korvet. Negara-negara BRICS lainnya – Brasil, Indonesia, dan Ethiopia – telah mengirimkan pengamat mereka ke latihan, yang dijadwalkan berakhir pada 16 Januari.
Iterasi ketiga dari latihan angkatan laut Mosi (Smoke) antara China, Rusia, dan Afrika Selatan awalnya dijadwalkan berlangsung di dekat Cape Town pada November. Namun, latihan tersebut ditunda karena KTT G20 yang diselenggarakan oleh Afrika Selatan pada bulan yang sama. Keputusan kemudian dibuat untuk menjadwalkan ulang latihan, memberi nama baru, dan memperluas jumlah negara peserta.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
