Langgar Protokol Kesehatan, Belasan Warga Malang Dihukum Nyapu hingga Menyanyi

https: img.okezone.com content 2020 08 27 519 2268097 langgar-protokol-kesehatan-belasan-warga-malang-dihukum-nyapu-hingga-menyanyi-1lzYxRJpJn.JPG

KOTA MALANG – Tim Satgas Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19 Kota Malang memulai tugasnya menertibkan sejumlah masyarakat yang belum taat.

Kali ini tim satgas yang beranggotakan puluhan personel gabungan dari Pemkot, Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, Satpol PP, kepolisian, dan TNI menyisir sejumlah titik keramaian di Kota Malang, sejak Rabu siang (26/8/2020).

Mengawali apel gabungan di Kodim 0833, tim yang dipimpin Wakil Walikota (Wawali) Sofyan Edi Jarwoko dan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menuju kawasan Pasar Besar Kota Malang. Kedatangan tim membuat warga yang kedapatan tak memakai masker pun berlarian dan berhasil meloloskan diri ke gang – gang kecil.

Tak sedikit yang terjaring operasi, di kawasan Pasar Besar saja, ada lima orang yang tak mengenakan masker terpaksa mendapat hukuman.

“Tinggal pilih mau dikasih sanksi sosial membersihkan sampah atau membayar denda Rp 100 ribu,” ucap Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada warga yang tak mengenakan masker.

Akhirnya pria yang tertangkap basah tak mengenakan masker ini memilih untuk menyapu sampah di sekitar jalanan kawasan Pasar Besar. “Tadi lupa keluar rumah buru – buru makanya maskernya ketinggalan. Rumahnya dekat sini, niatnya keluar gak jauh,” ujar pelanggar yang enggan menyebutkan namanya itu.

Selanjutnya tim terus bergerak, di kawasan Jalan MGR Sugiyopranoto tiga orang yang tengah bersantai di dalam warung tak mengenakan masker dan menjaga jarak tak luput terjaring operasi. Seorang kakek yang terjaring operasi mengaku kepada Wawali Sofyan Edi, memiliki masker namun tidak dipakai.

Operasi dilanjutkan di samping gereja kawasan Kayutangan, Malang, enam orang pemuda tak memakai masker juga terpaksa menyapu jalanan.

Titik keramaian lain di kawasan Stasiun Malang Kota Malang dan Jalan Kahuripan juga tak luput dari operasi. Beberapa pengemudi ojek online dan supir taksi online yang tengah asyik bersantai tanpa mengenakan masker pun dijatuhi sanksi.

Selain hukuman membersihkan sampah, para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 juga dihukum melafalkan Pancasila hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Wawali Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan bila operasi ini bertujuan mengikuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6 tahun 2020 dan mengajak masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi itu tujuan kita, memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan disiplin menggunakan masker, itu adalah cara yang paling efektif. Dengan disiplin menggunakan masker, protokol kesehatan lain, utamanya masker,” tutur Sofyan Edi Jarwoko.

Terkait sanksi yang dicanangkan, Bung Edi – panggilan akrabnya menyatakan ini sebagai bentuk efek jera dan wujud cinta ke masyarakat.

“Ini bentuk rasa cinta kita terhadap masyarakat, supaya tidak terpapar COVID-19. sosial tadi, memungut sampah, menyapu jalan, dan kita bagi masker. Ada sanksi lain, sampai dengan denda, yang sudah kita tuangkan dalam Perwal,” tukasnya.

(kha)

  • #Malang
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona

Next Post

Karyawan Pabrik Batako di Yahukimo Tewas Usai Dihujani Panah dan Kapak oleh OTK

Kam Agu 27 , 2020
YAHUKIMO – Yausan (31) karyawan batako Dekai yang beralamat di Jalan Parasiso Dekai, Yahukimo, Papua tewas diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata tajam dan panah. Peristiwa yang terjadi Rabu petang 26 Agustus sekitar pukul 16.10 Wit, di Jembatan Buatan Jalan Gunung Distrik Dekai, Yahukimo. Korban yang merupakan warga pendatang […]