KRL Batasi Jam Operasional Selama Penerapan Pembatasan Jawa-Bali

https: img.okezone.com content 2021 01 11 338 2342217 krl-batasi-jam-operasional-selama-penerapan-pembatasan-jawa-bali-wtMZwsBJcq.jpg

JAKARTA – Kereta Rel Listrik (KRL) melanjutkan pembatasan jam operasional selama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2020.

Operasional KRL akan kembali berlangsung mulai pukul 04.00 hingga 22,00 WIB selama adanya PPKM tersebut. KAI Commuter Line tetap melayani pelanggan dengan 964 perjalanan KRL per harinya menggunakan 91 rangkaian KRL.

“Dengan pembatasan jam operasional ini dan berbagai pengendalian mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah pengguna KRL rata-rata mencapai 300.000 pengguna per hari. Sementara sebelumnya di masa PSBB Transisi volume pengguna KRL setiap hari kerja mencapai 400.000 orang,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

Anne mamastikan, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada pengguna KRL mulai pengukuran suhu tubuh, wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak.

“KAI Commuter mengingatkan para pengguna agar tetap mengikuti antrean penyekatan menuju ke peron yang ada di stasiun terutama pada jam-jam sibuk. Dalam mengantre, para pengguna hendaknya senantiasa menjaga jarak dan tidak lalai dalam memakai masker,” ujarnya.

KAI Commuter juga masih memberlakukan aturan tambahan pada masa pandemi ini, yaitu bagi lansia yaitu hanya dapat naik kereta pada pukul 10.00 WIB-14.00 WIB atau di luar jam sibuk. Sementara bagi balita tidak diperkenankan naik KRL.

Baca Juga : Hujan & Gelombang Laut hingga 1,3 Meter Diperkirakan Berlangsung saat Pencarian SJ-182

Selain protokol kesehatan tersebut, upaya tambahan yang dilakukan KAI Commuter adalah membuka jendela pada area ujung setiap kereta untuk menambah sirkulasi udara selama dalam perjalanan KRL.

“Para pengguna juga kami imbau untuk berdiri dengan menghadap satu arah agar tidak saling berhadap-hadapan. Aturan untuk tidak berbicara baik secara langsung maupun melalui telepon selama perjalanan juga tetap berlaku. Ini merupakan upaya mencegah penyebaran Covid-19 melalui droplet yang keluar saat kita berbicara,” tuturnya.

(aky)

  • #Covid-19
  • #PSBB
  • #Pembatasan Jawa Bali
  • #KRL

Next Post

Fasilitas Tes DNA Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182 Disiapkan

Sen Jan 11 , 2021
JAKARTA – Polda Metro Jaya membuka Posko DVI di RS Polri Kramat Jati. Pihak keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diminta untuk segera merapat guna tes DNA. Sejauh ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya sudah mengirimkan dua kantong ke RS Polri tersebut, satu kantong […]