KPU Tangsel Terima 4 Ribuan Bilik Suara Pilkada 2020

https: img.okezone.com content 2020 11 13 338 2308783 kpu-tangsel-terima-4-ribuan-bilik-suara-pilkada-2020-c9NwW8BRjZ.jpg

TANGERANG SELATAN – Waktu pencoblosan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin dekat. Tak lebih dari 30 hari ke depan atau tepatnya 9 Desember 2020, masyarakat akan berduyun-duyung mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing guna memberikan hak pilih.

Dari berbagai persiapan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) diketahui, bahwa baru sekira 4 ribuan bilik suara yang diterima dari totalnya sekira 8.889 bilik suara. Pemenang tender pengadaannya direncanakan baru bisa memasok sisanya pada minggu pertama Desember 2020.

Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro mengatakan, logistik Pilkada yang telah diterima baru sebatas bilik suara dari pemenang tender. Sementara sisanya, menunggu proses produksi untuk dikirimkan secepatnya dari wilayah Gresik.

“Baru bilik suara yang kami terima. Untuk standar protokol Covid-19 yang terdiri dari 8 item seperti hand sanitizer, ember cuci tangan dan lain-lainya sebanyak 8 item itu sudah berada di gudang KPU,” kata Bambang, Kamis (12/11/2020).

Ditambahkannya, untuk kebutuhan bilik suara pada Pilkada 9 Desember nanti dihitung berdasarkan jumlah TPS lalu di kalikan 3 bilik suara untuk setiap TPS nya. Data yang ada menyebutkan, bahwa jumlah TPS di Kota Tangsel mencapai 2.963 unit.

“Dari total kebutuhan sebanyak 2.963 TPS dikalikan 3. Jadi untuk setiap TPS itu ada tiga bilik suara,” sambungnya.

Baca Juga : Sepanjang Tahun 2020, Polda Kalsel Sita 4.717 Tabung Gas dari 15 Tersangka

Bambang menjelaskan, kebutuhan bilik suara Pilkada sebanyak 3 unit per TPS itu dibagi peruntukannya, yakni dua bilik umum dan satu bilik khusus dengan kriteria khusus pemilih dengan pemeriksaan suhu tubuh diatas 37,3 derajat.

“Setiap TPS itu jatahnya 3 bilik. Dua bilik umum, satu bilik khusus. Bilik khusus ini, hanya akan digunakan oleh pemilik hak suara yang ketika datang melakukan pencoblosan diperiksa suhunya diatas 37,3 derajat,” ucap Bambang.

Meski pemilih datang dengan suhu tubuh diatas 37,3 derajat, kata dia, hak pilih tetap bisa disalurkan melalui bilik khusus. Kondisi demikian tak perlu dikhawatirkan, sebab belum tentu suhu tinggi mengindikasikan seseorang itu mengidap Covid-19.

“Dalam dunia kesehatan suhu tubuh tinggi itu mungkin saja demam atau lainnya. Makanya dia menggunakan bilik terpisah yang ada di TPS,” tambahnya lagi.

Sebagak gambaran, bilik suara pada Pilkada tahun 2020 ini sama dengan jenis bilik suara yang digunakan pada Pemilu 2019 lalu. Di mana bahannya menggunakan material duplex karton berlapis.

“Materialnya sama dengan Pemilu 2019. Berbahan duplex karton berlapis plastik,” terangnya.

1
2

  • #Pilkada 2020
  • #Bilik Suara
  • #tangerang selatan

Next Post

Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca 3 Meter di Saluran Air Warga Ragunan

Jum Nov 13 , 2020
Jakarta – Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Selatan mengevakuasi ular sanca dari saluran air di permukiman warga Ragunan, Jakarta Selatan. Ular sanca itu memiliki panjang 3 meter. “Iya itu kejadian sore tadi,” kata petugas Sudin PKP Jakarta Selatan, Endar saat dikonfrrmasi, Selasa (12/11/2020). Evakuasi ular […]