KPK Setor Uang Pengganti Koruptor Sebesar Rp620 Juta ke Kas Negara

https: img.okezone.com content 2020 08 28 337 2268699 kpk-setor-uang-pengganti-koruptor-sebesar-rp620-juta-ke-kas-negara-N0PtxmA3TW.jpg

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan uang sebesar Rp620 juta ke kas negara. Uang Rp620 juta itu merupakan pembayaran pengganti dari mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan, Refly Ruddy Tangkere.

Refly Ruddy Tangkere merupakan terpidana penerima suap terkait pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 – 2019. Ia telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono, telah melakukan penyetoran ke kas negara berupa pembayaran uang sejumlah Rp620.000.000 sebagai pembayaran uang pengganti dari Terpidana Refly Ruddy Tangkere,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (27/8/2020).

KPK menyetorkan uang Rp650 juta tersebut setelah putusan Pengadilan Tipikor Samarinda Nomor : 10 / Pid.Sus- TPK/2020/PN Smr tanggal 17 Juni 2020, berkekuatan hukum tetap alias inkrakh.

“Pembayaran uang pengganti tersebut sebagai upaya nyata KPK untuk terus melakukan aset recovery dari hasil tindak pidana korupsi,” imbuh Ali.

Refly terbukti bersalah telah menerima suap terkait proyek jalan di Kalimantan Timur tahun anggaran 2018-2019. Ia pun telah dieksekusi pada Kamis, 13 Agustus 2010, lalu ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Dalam putusannya, Refly terbukti menerima suap berupa uang tunai dengan total sekitar Rp 9,001 miliar serta fasilitas tiket pesawat senilai Rp47 juta dan pembayaran biaya hotel senilai Rp25 juta.

Baca Juga : 7 Pejabat Pemprov DKI Jakarta Positif Corona

Dari jumlah itu, Refly diyakini menerima Rp1,4 miliar dan selebihnya diterima mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Andi Tejo Sukmono.

Suap diberikan bos PT Harlis Tata Tahta, Hartoyo kepada Refly dan Andi Tejo secara bertahap agar PT Harlis Tata Tahta memenangkan lelang proyek preservasi SP3 Lempake–SP3 Sambera–Santan–Bontang–Sangatta senilai Rp155 miliar.

(aky)

  • #Uang
  • #korupsi
  • #Uang Korupsi
  • #KPK
  • #Kas Negara

Next Post

Seorang Perempuan Dibacok dengan Parang Tanpa Alasan

Jum Agu 28 , 2020
MANADO – Marho Kolopita (52) seorang perempuan asal Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara menderita luka bacok yang dilakukan oleh Lutfi Podungge alias Luki (35) Peristiwa terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 Wita, di salah satu kos-kosan yang ada di kecamatan Malalayang. Di mana tanpa […]