KPK Segera Supervisi Kasus Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki

https: img.okezone.com content 2020 09 04 337 2272887 kpk-segera-supervisi-kasus-djoko-tjandra-dan-jaksa-pinangki-ANbGt4r2JV.jpg

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kompak dan solid serta bekerja sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Termasuk dalam hal penanganan perkara Djoko Chandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang ditangani Kejaksaan Agung dan Polri.

“Kami 5 pimpinan KPK satu sikap terkait penanganan perkara Djoko Chandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang ditangani kejaksaan dan Polri,” kata Wakil Ketua KPK RI Alex Marwata, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Alex mengungkapkan, KPK akan segera mengirimkan tim untuk segera melakukan supervisi terkait dengan perkara dugaan suap tersebut.

“Pimpinan KPK segera memerintahkan Deputi Penindakan KPK untuk melakukan supervisi atas penanganan perkara tersebut sebagaimana pasal 6 huruf d dan pasal 10 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019,” ujar Alex.

Menurut Alex, pimpinan KPK segera mengambil keputusan terkait penanganan perkara dimaksud setelah mendapatkan hasil supervisi dan gelar perkara, sebagaimana pasal 10 A Undang-Undang nomor 19 tahun 2019.

Pengambilalihan penanganan korupsi dari kepolisian atau kejaksaan diatur dalam Pasal 10A UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK. Adapun syarat-syarat perkara bisa diambil alih KPK diatur dalam Pasal 10A ayat 2, yang berbunyi,

“(2) Pengambilalihan penyidikan dan/atau penuntutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan alasan:

a. laporan masyarakat mengenai Tindak Pidana Korupsi tidak ditindaklanjuti;

b. proses penanganan Tindak Pidana Korupsi tanpa ada penyelesaian atau tertunda tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;

c. penanganan Tindak Pidana Korupsi ditujukan untuk melindungi pelaku Tindak Pidana Korupsi yang sesungguhnya;

d. penanganan Tindak Pidana Korupsi mengandung unsur Tindak Pidana Korupsi;

e. hambatan penanganan Tindak Pidana Korupsi karena campur tangan dari pemegang kekuasaan eksekutif, yudikatif, atau legislatif; atau

f. keadaan lain yang menurut pertimbangan kepolisian atau kejaksaan, penanganan tindak pidana korupsi sulit dilaksanakan secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan,”.

(kha)

  • #Pinangki Sirna Malasari
  • #Badan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI)
  • #KPK
  • #Kasus Djoko Tjandra

Next Post

Sapa Konsumen di Hari Pelanggan, Ahok: Costumer Adalah Raja

Jum Sep 4 , 2020
Jakarta – Sejak Pertashop mulai dibangun pada tahun 2019 di pelosok daerah di Indonesia, banyak apresiasi yang diterima Pertamina dari pelanggannya. Hal ini tak terlepas dari keberadaan dan keberlanjutan Pertashop untuk mengatasi kesulitan mengakses BBM berkualitas oleh masyarakat, terutama ketika jarak dengan SPBU Pertamina yang jauh dan sulit. Pada Hari […]