Konsep Drive Thru Solusi bagi Pengantin yang Bingung Gelar Repsesi di Tengah Pademi

https: img.okezone.com content 2020 08 08 338 2259174 konsep-drive-thru-solusi-bagi-pengantin-yang-bingung-gelar-repsesi-di-tengah-pademi-jwnuytistb.jpg

BEKASI — Konsep pernikahan yang dilakukan Yunita dan Karim bisa menjadi solusi bagi para pengantin yang bingung menggelar acara repsesi di tengah pademi virus corona atau Covid-19.

Acara repsesi drive thru atau layanan tanpa turun dari kendaraan dianggap aman bila harus menggelar pernikahan di era normal baru ini. Karena dengan konsep drive thru ini, para tamu undangan tidak sama sekali turun ketika menghadiri acara pernikahan, kerabat, teman atau rekan kerja.

“Jadi secara kontak fisik, konsep pernikahan ini sangat minim. Bahkan tidak ada,” kata pemilik wedding organizer Khais Akbar ketika ditemui di kawasan Ruko Bekasi Town Square (Betos) Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (8/8/2020).

Tamu undangan ketika datang ke acara repsesi cukup berada di dalam mobil. Bila hendak memberi salam kepada sang mempelai cukup membuka kaca mobil atau helm bagi mereka yang menggunakan roda dua.

Khais mengaku cukup beruntung dengan adanya pademi virus corona atau Covid-19 ini. Konsepnya yang dirancang sejak tahun 2015 ini, akhirnya bisa diterapkan.

“Awalnya memang mencari-cari apa sih wedding drive thru di internet, ternyata sudah banyak juga yang menerapkan seperti Malaysia dan Singapura,” ungkap dia.

Resepsi pernikahan dengan konsep drive thru

Baca Juga : Tutup CCTV dengan Tanah, Maling Ini Gasak 4 Gawai

Setelah mengetahui hal tersebut, lantas dirinya meramu. Setelah begitu ada pesanan, maka persiapan pertama yang harus dilakukan adalah meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai tempat repsesi.

Setelah tempat yang dimaksud sudah ditinjau, maka tahapan selanjutnya yakni mematangkan konsep. Proses ini, kata dia, membutuhkan waktu satu bulan. Karena sebagian pelanggan belum mengetahui pernikahan dengan konsep seperti ini.

“Kita beri pengetahui dulu, perkenalkan ke mereka agar sepakat,” ujar dia.

Berdasarkan pengamatan Okezone di lokasi pernikahan Yunita dan Karim, tamu undangan hanya diperkanankan tetap di dalam mobil. Begitu tiba mereka sudah mendapatkan pelayanan dari panita.

Pelayanan itu, seperti mengisi buku tamu. Mereka hanya diminta menyebutkan nama. Begitu juga bila tamu undangan ingin memberikan kado atau amplop.

Para tamu undangan tinggal memberikan ke petugas, yang kemudian tamu undangan langsung bisa temu sapa dengan kedua mempelai atau orangtua mempelai. Mereka hanya diperkanankan untuk membuka kaca mobil.

Setelah bertemu sapa dengan kedua mempelai, mereka pun lantas kembali diberhentikan, untuk membawa bingkisan atau nasi kotak yang disediakan oleh panitia.

Adapun biaya konsep pernikahan literatur ini bisa mencapai Rp100-Rp150 juta. Adapun biaya biasa disesuaikan setelah tim WO telah mengetahui keinginan sang pemesan.

Seperti pernikahan yang dilakukan Yunita dan Karim, kata dia, konsep pernikahan ini memadukan konsep konvensional dengan drive thru yang ada di perusahan-perusahaan pelayanan mandiri.

“Pernikahan kami perpaduan konvensional dengan drive thru, yang ada di perusahan pelayanan mandiri,” ungkap mempelai pria Karim.

1
2

  • #Covid-19
  • #Pandemi Corona
  • #Virus Corona
  • #nikah drive thru
  • #Pernikahan
  • #New Normal Pernikahan


Loading…

Next Post

Presiden Jokowi harap kader Gerindra bantu negara lawan COVID-19

Ming Agu 9 , 2020
– Presiden Joko Widodo mengungkapkan harapannya kepada kader Partai Gerindra agar dapat membantu negara melawan dampak pandemik COVID-19. Presiden Jokowi mengajak para kader Gerindra untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Termasuk mengajak agar para kader terus membantu menggerakan perekonomian masyarakat dan UMKM. (Adimas Raditya Fahky P/Fahrul Marwansyah/Ardi […]