Kondisi Langka, Para Pria di Keluarga Ini Tidak Punya Sidik Jari

https: img.okezone.com content 2020 12 29 18 2335758 kondisi-langka-para-pria-di-keluarga-ini-tidak-punya-sidik-jari-BGDkeiXFcW.jpg

DHAKA – Di dunia di mana sidik jari adalah data biometrik yang paling banyak dikumpulkan dan digunakan, tidak memiliki sidik jari merupakan berkah dan kutukan, seperti yang dapat dibuktikan oleh para pria di keluarga Sarker.

Selama beberapa generasi, para pria Sarker di Bangladesh, telah dilahirkan dengan ujung jari yang sangat halus. Meskipun itu mungkin bukan masalah besar satu atau dua generasi yang lalu, saat ini, ketika pola berputar-putar di ujung jari kita digunakan sebagai cara utama untuk mengidentifikasi. individu, hal itu menjadi masalah.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Alquran dan Sains tentang Sidik Jari Pembeda Antarmanusia

Misalnya, beberapa pria dalam keluarga Bangladesh tidak dapat memperoleh SIM karena tidak memiliki sidik jari, sementara yang lain enggan bepergian karena takut mendapat masalah di bandara, karena alasan yang sama.

“Saya membayar biayanya, lulus ujian, tetapi mereka tidak mengeluarkan izin karena saya tidak bisa memberikan sidik jari,” kata Amal Sarker baru-baru ini kepada BBC. “Ini selalu menjadi pengalaman yang memalukan bagi saya.”

Amal menambahkan bahwa ia selalu membawa tanda terima SIM saat mengemudikan sepeda motornya, tapi itu tidak membantunya saat polisi menghentikannya. Dia menunjukkan tanda terima dan ujung jarinya yang halus, tetapi petugas polisi tidak pernah membebaskan denda.

Membeli kartu SIM juga bermasalah bagi pria Sarker, karena pemerintah Bangladesh memberlakukan undang-undang yang mengatur pembelian kartu SIM dengan mencocokkan sidik jari dengan database nasional.

Tanpa sidik jari, Apu dan Amal Sarker tidak bisa mendapatkan kartu SIM mereka sendiri, dan sekarang keduanya menggunakan kartu yang dibeli atas nama ibu mereka.

BACA JUGA: Selain Sidik Jari, Ini 8 Bagian Tubuh yang Tunjukkan Identitas Seseorang

Pria dalam keluarga Sarker, dari Distrik Rajshahi, di Bangladesh utara, menderita kondisi genetik yang sangat langka yang disebut Adermatoglyphia.

Kondisi ini baru diketahui pada 2007, ketika Peter Itin, seorang dokter kulit Swiss, ditemui oleh seorang wanita muda Swiss yang mengalami kesulitan untuk masuk ke Amerika Serikat (AS), karena dia tidak memiliki sidik jarinya. Wajahnya cocok dengan paspornya, tapi ujung jarinya mulus sempurna.

Dari pemeriksaan sidik jari pasien Adermatoglyphia pertama itu, dan pemeriksaan pada beberapa anggota keluarganya, diketahui bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh mutasi gen yang dikenal sebagai SMARCAD1. Kondisi yang kemudian dikenal dengan istilah “penyakit keterlambatan imigrasi” tersebut ternyata tidak menimbulkan dampak kesehatan lain selain dari tidak adanya sidik jari.

Video: YouTube/JamunaTV

Adermatoglyphia sangat langka sehingga sejauh ini hanya diamati di segelintir keluarga di seluruh dunia.

Dermatolog Eli Sprecher, yang membantu Profesor Peter Itin mendiagnosis kondisi tersebut, telah menawarkan untuk menguji secara genetika para pria dalam keluarga Sarker dan menentukan apakah mereka menderita sejenis Adermatoglyphia. Tetapi meskipun hal itu mungkin memberi kejelasan kepada penderita, itu tidak akan membantu mereka melakukan berbagai hal di dunia di mana sidik jari menjadi begitu penting.

“Saya lelah menjelaskan situasinya berulang kali. Saya telah meminta nasihat banyak orang, tetapi tidak satu pun dari mereka dapat memberikan jawaban yang pasti,” keluh Apu Sarker yang berusia 22 tahun.

“Seseorang menyarankan saya pergi ke pengadilan. Jika semua opsi gagal, itulah yang mungkin harus saya lakukan. “

Untungnya, kemajuan teknologi mungkin akan membantu Sarker. Misalnya, Apu, saudara laki-lakinya, dan ayahnya dapat memperoleh kartu pintar dengan memindai retina mereka. Menurut Departemen Kartu Identitas Nasional, para pria dimungkinkan untuk mendapatkan dokumen yang mereka butuhkan dengan mengidentifikasi diri mereka melalui pemindaian retina atau pengenalan wajah.

Lihat juga:
Kumpulan Berita Trending dan Viral di Sini
1
3

  • #Bangladesh
  • #Jagat Unik
  • #Sidik Jari

Next Post

SP3 Dicabut, Kasus quot;Balada Cinta Rizieqquot; Berlanjut

Rab Des 30 , 2020
JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebenarnya sudah mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum. Namun Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mencabut SP3 kasus tersebut. Atas putusan tersebut, majelis hakim memerintahkan Polda Metro Jaya untuk melanjutkan proses hukum chat mesum yang […]