Khofifah : Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi Imbas Pelacakan Masif

https: img.okezone.com content 2020 08 14 519 2261941 khofifah-kasus-covid-19-di-jatim-tinggi-imbas-pelacakan-masif-bRHCc3SyQM.jpg

KOTA BATU – Kasus Covid-19 di Jawa Timur masih terus bertambah dari hari ke hari. Bahkan hingga Kamis (13/8/2020) malam, kasus positif Covid-19 bertambah 341 sehingga total menjadi 26.651.

Menanggapi hal itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan angka tersebut tidak akan muncul bila tim tracing tidak bergerak masif melacak orang-orang memiliki kontak erat dengan pasien positif corona sebelumnya.

“Kalau ini terus di-tracing pasti akan ketemu, karena ini semua hampir merata. Kalau misal dihentikan rapid test, enggak akan ketemu yang tadi (yang positif Covid-19), kalau misalnya dihentikan yang (tes) PCR ya enggak ketemu yang positif,” ujar Khofifah saat berada di Kota Batu pada Kamis (13/8/2020) malam.

Namun, bila tak ada pelacakan yang masif, Khofifah mengungkapkan jangan heran bila tiba-tiba ada yang gejala batuk, demam, dan sesak napas, kemudian meninggal dunia. Tentu hal ini disebut Khofifah akan lebih berdampak parah.

“Tiba-tiba ada gejala batuk, kemudian kok meninggal ya, ada gejala batuk kok meninggal ya, ada sesak juga kok meninggal ya, tidak terdeteksi, karena tidak di-rapid test dan di-PCR,” ujar mantan Menteri Sosial ini.

“Kalau tim ini gencar (melakukan pelacakan) sudah pasti akan ketemu (yang positif Covid-19) dan memang begitu standar WHO-nya,” tuturnya.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur hingga Kamis malam 13 Agustus 2020 terdapat 26.561 kasus positif corona di Jatim.

Baca Juga : Satgas Sebut Ketersediaan Tempat Tidur RS untuk Covid-19 Masih Terkendali

Dari jumlah tersebut 19.548 orang sembuh atau ada penambahan kasus sembuh mencapai 423 orang, 5.060 orang menjalani perawatan, dan 1.953 pasien meninggal dunia. Sementara jumlah pasien suspek di Jatim mencapai 11.230 orang.

Baca Juga : Selain Ridwan Kamil, Doni Monardo Juga Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

1
2

  • # Covid-19 Jawa Timur
  • # Covid-19 di Jatim
  • #Khofifah Indar Parawansa
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona


Loading…

Next Post

Kemendikbud Izinkan Dana BOS untuk Biayai Rapid Test

Jum Agu 14 , 2020
JAKARTA – Pemerintah sudah membolehkan sekolah tatap muka di zona hijau dan kuning. Namun harus dipastikan bahwa protokol kesehatan harus dijalankan. Pemerintah pun memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai rapid test guna mencegah penularan virus corona (Covid-19). Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud […]