Ketika Gus Dur Dikira Pelatih Sepak Bola

JAKARTA – Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU.online .

Suatu siang, Brodin seorang bos klub sepak bola asal Madura membuka-buka buku sepak bola tentang berbagai permainan teknik dunia termasuk teknik catenaccio dari Italia.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Perbedaan Antara Neraka Jerman dan Indonesia

Begitu membaca koran bahwa Gus Dur yang saat itu menjadi Presiden akan memakai teknik catenaccio itu dalam menghadapi berbagai guncangan, bukan main girangnya Brodin.

Gus Dur sendiri bukan tokoh asing di telinga orang-orang Madura. Singkatnya, Brodin ingin segera ketemu Gus Dur.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Otak Indonesia Lebih Tinggi Dibandingkan Negara Lain

Ia berangkat ke Jakarta dengan kereta api dan turun di stasiun Gambir yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal Gus Dur.

Dari seorang tukang bajaj, Brodin mendapatkan alamat Gus Dur. Tukang bajaj menunjuk tempat yang tidak jauh dari stasiun Gambir. Ternyata memang dekat. Sampai di depan rumah Gus Dur di dekat Monas, Istana Negara, Brodin cukup lama termangu-mangu hingga akhirnya ditegur petugas di lokasi.

“Cari siapa, pak?” tanya petugas penjaga

“Saya pengen ketemu Gus Dur, pak,” jawab Brodin.

“Ada keperluan apa ya pak?”

“Tadinya saya ingin Gus Dur menjadi pelatih sepak bola di klub saya di Madura. Saya juga tadinya sekalian hendak bertanya berapa biaya transfernya. Saya dan teman-teman di klub sudah mengumpulkan duit. Tapi nggak jadi,” kata Brodin.

“Memang kenapa pak?” tanya petugas mencoba terus mengikuti perkataan Brodin.

“Aduh, ternyata rumah Gus Dur kayak gini. Kalau harus segede ini mana saya sanggup pak. Ternyata klub sepak bola di Jakarta kaya sekali ya pak. Rumah pelatihnya saja kayak istana,” ucap Brodin.

1
2
  • #Joke Gus Dur
  • #Cerita Gus Dur
  • #Kisah Gus Dur
  • #Anekdot Gus Dur
  • #Gus Dur

Next Post

Ngadu ke MUI, Pegawai KPK: Musyawarah dengan Guru-Guru Kami

Jum Jun 4 , 2021
JAKARTA – Belasan perwakilan dari 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan lantaran tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi ASN meyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kamis 3 Juni 2021. Pertemuan yang digelar tertutup ini membahas terkait dengan pelaksanaan TWK yang belakangan menjadi polemik. […]