Kemenkes Ingin Ada Satgas Pengawas Protokol Kesehatan di Pesantren

https: img.okezone.com content 2020 10 02 512 2287664 kemenkes-ingin-ada-satgas-pengawas-protokol-kesehatan-di-pesantren-ozANAQKk07.jpg

PURWOKERTO – Santri harus disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-29. Sebab, jika abai dengan protokol kesehatan, maka pondok pesantren bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19.

KoordinatorTask ForcePenanganan Covid-19 Jateng dari Kementerian Kesehatan, Jajang Edi Priyatno menuturkan, semua pihak mesti waspada karena pandemi Covid-19 belum berakhir. “Jangan lupa pakai masker, menjaga jarang dan sering mencuci tangan pakai sabun,” ujarnya saat mengunjungi Pesantren Al Hidayah, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020).

Staf Khusus Menteri Kesehatan itu memastikan protokol kesehatan harus diterapkan dengan benar di pondok pesantren. Untuk itu perlu dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawas Protokol Kesehatan di setiap pondok pesantren. “Satgas inilah yang memantau dan mendisiplinkan pelakasanaan protokol kesehatan di pesantren,” katanya didampingi tenaga ahli Menkes, Andi dan Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo.

Masalah protokol kesehatan di pesantren mendapat perhatian serius Kementerian Kesehatan. Karenanya,Task ForcePenanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan singgah di beberapa pesantren dalam 3 hari kunjungan ke Jateng.

Task Force mengunjungi Ponpes Al Istiqomah Petanahan dan Ponpes Nurul Hidayah Kebumen dilanjutkan ke Ponpes Al Hidayah Banyumas. Dalam kunjungan itu diserahkan bantuan masker, sprei, selimut, bed cover, hand sanitizer,face shield dan sembako.

(Ari)

  • #Corona Virus
  • #Covid-19
  • #Protokol Kesehatan
  • #Virus Corona

Next Post

9 Hotel Batal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Jabar

Jum Okt 2 , 2020
BANDUNG – Sebanyak 21 hotel di beberapa daerah zona merah di Jawa Barat mendaftar menjadi tempat isolasi pasien positif Covid-19. Namun,9 di antaranya telah mengundurkan diri. Kesembilan hotel itu batal menjadi tempat isolasi akibat beberapa faktor. Faktor itu antara lain tak memenuhi syarat dan kriteria yang ditetapkan Gugus Tugas Penanganan […]