Kejagung Berencana Gabungkan Berkas Djoko Tjandra dengan Bareskrim

https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2280245 kejagung-berencana-gabungkan-berkas-djoko-tjandra-dengan-bareskrim-sef5sufmkY.jpg

JAKARTA – Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana untuk menggabungkan berkas perkara tersangka Djoko Tjandra dengan Bareskrim Mabes Polri. Penggabungan berkas dinilai tak melanggar undang-undang.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukaryono mengatakan, setelah berkas perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dilimpahkan selanjutnya menelesaikan berkas Djoko Tjandra dan dilanjutkan berkas Andi Irfan Jaya.

Baca Juga:  Bareskrim Kembali Limpahkan Berkas Penyidikan Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Hal itu dilakukan dengan pertimbangan masa tahanan yang terus terhitung sesuai waktu penetapan tersangka. Dengan begitu Ali berencana menggabungkan berkas perkara Djoko Tjandra di Kejagung dengan yang ada di Bareskrim.

“Memungkinkan untuk dijadikan satu dengan yang di bareskrim, bisa saja. Karena kalau pelakunya sama, bisa saja digabung. Dulu saya punya pengalaman itu, kasus Pak Susno,” katanya di Gedung Bundar, Jumat (18/9/2020).

 

Dia menjelaskan, penggabungan dapat dilakukan dengan pertimbangan efektifitas. “Iya gabungkan supaya efektif,” jelasnya.

Secara aturan dia mengatakan, penggambungan berkas kasus dapat dilakukan dan tidak melanggar Undan-undang. Sebab, pelaku merupakan satu orang dengan beberapa kasus.

“Menurut UU bisa memungkinkan untuk penggabungan kalau pelakunya sama,” jelasnya.

Baca Juga:  KPK Bakal Dalami Istilah “Bapakmu-Bapakku” dalam Perkara Suap Djoko Tjandra

Dia menyebut proses pemberkasan di Kejagung dan Bareskrim sama dalam tahap perbaikan (P-19). Sehingga sampai saat ini Ali terus melakukan koordinasi dengan Bareskrim.

“Ambil jalan kita akan kordinaskan dengan Polri. Yang penting itu, waktunya bisa bersamaan atau gak. Kalau enggak bisa ya enggak bisa,” pungkasnya.

(Ari)

  • #Kejagung
  • #bareskrim polri
  • #Korupsi Djoko Tjandra
  • #Suap Djoko Tjandra
  • #Kasus Djoko Tjandra
  • #Djoko Tjandra

Next Post

Cegah Kerumunan, Fasilitas Publik Lingkar Kebun Raya dan Istana Bogor Ditutup

Sab Sep 19 , 2020
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menutup total sejumlah fasilitas publik di pusat kota, mulai dari taman hingga fasilitas (pedestrian) pejalan kaki dan jalur sepeda di lingkar Kebun Raya. Penutupan total fasilitas publik yang berada seputaran jalur Sistem Satu Arah (SSA) ini diberlakukan saat akhir pekan di masa Pembatasan […]