Kecelakaan di Tol Cipali Menurun Drastis Dibanding Tahun Lalu, Ini Sebabnya

https: img.okezone.com content 2020 09 05 525 2272925 kecelakaan-di-tol-cipali-menurun-drastis-dibanding-tahun-lalu-ini-sebabnya-umWDHHSoQI.JPG

CIREBON – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sering terjadi. Bahkan, selama bulan Agustus tahun 2020 saja, sudah ada dua kasus kecelakaan maut yang terjadi di jalan tol tersebut.

Dari data yang dirangkum Okezone, kecelakaan maut yang pertama terjadi di KM 184 Jalan Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat, pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu. Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan mikrobus Elf bernomor polisi (nopol) D 7013 AN dengan kendaraan Toyota Rush nopol B 2918 PKL. Akibat kecelakaan maut ini, delapan orang korban dinyatakan meninggal dunia.

Kecelakaan ini disebabkan oleh pengemudi Elf yang melaju di jalan Tol Cipali dari arah Jakarta menuju Palimanan diduga dalam keadaan mengantuk, sehingga oleng ke kanan dan menyeberang ke median tengah jalan, dan terjadi tabrakan dengan kendaraan Toyota Rush yang melaju dari arah berlawanan.

Sedangkan, kecelakaan maut kedua terjadi di KM 150 Jalan Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada tanggal 23 Agustus 2020. Kecelakaan ini melibatkan tiga kenadaraan. Yakni Truk Hino nopol H 1577 PY, Bus PO Widia nopol Z 7519 AA, dan kendaraan Isuzu Elf nopol B 7169 YH. Akibat kecelakaan ini empat orang korban meninggal dunia.

Kronologinya, bermula ketika kendaraan Bus Widia dan Isuzu Elf datang dari arah barat menuju timur. Setiba di KM 150, pengemudi kendaraan Bus Widia kurang antisipasi saat menyetir kendaraanya.

Diduga karena kurang mengontrol kendaraannya dan melebihi batas kecepatanya, kendaraan Bus Widia kemudian tidak terkendali dan langsung menabrak bagian belakang kendaraan Truk Hino.

Kendaraan Truk Hino yang sedang mengalami hambatan pada roda bagian belakang, terbalik di antara Lajur satu dan lajur dua. Setelah itu, datang dari arah yang sama kendaraan Isuzu Elf menabrak kendaraan Bus Widia yang posisi terkahir sedang terbalik.

“Kemudian Bus Widia ini di depannya kan ada Elf, kendaraan Elf, Travel Elf (sedang melaju), nah si Bus Widia ini menyalip Elf dari sisi kiri. Ketika dia menyalip dari kiri dengan kecepatan tinggi, melihat di depannya di kiri itu ada Truk tronton yang lagi patah as, lagi diperbaiki, dia langsung buru-buru banting ke kanan,” kata Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso, Minggu 23 Agustus 2020.

Sebelumnya, Dirgakum Korlantas Mabes Polri, Brigjen Pol Kushariyanto menyebut, bahwa kasus lakalantas di Jalan Tol Cipali sejak awal tahun 2020 tercatat sebanyak 11 kasus. Menurutnya, 11 kasus lakalantas itu adalah kendaraan yang berpindah jalur, dan menabrak kendaraan lain dari arah berlawanan.

“Ini informasi yang saya terima tahun 2020, sudah 11 kali kecelakaan yang berpindah jalur,” kata Kushariyanto, belum lama ini.

Tahun 2020 Kasus Lakalantas Di Jalan Tol Cipali Menurun

Direktur Operasional Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo mengatakan, jumlah kasus lakalantas di Jalan Tol Cipali mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia menyebut, di tahun 2019 jumlah kasus lakalantas tercatat sebanyak 1.270 kasus. Sedangkan saat ini tercatat hanya 626 kasus.

Dijelaskan Agung, kasus lakalantas di Jalan Tol Cipali didominasi oleh kendaraan yang menabrak kendaraan lain dari belakang. Sementara, untuk kendaraan yang berpindah jalur, kemudian menabrak kendaraan dari arah berlawanan hanya sebanyak tiga persen.

“Sebagai informasi jumlah kecelakaan di kita itu menurun. Dari 2019 sejumlah 1.270 menjadi 626 saat ini. Dan menyebrang itu hanya tiga persen,” kata Agung saat ditemui Okezone di GT Palimanan Cipali, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (4/9/2020).

Ia melanjutkan, pihaknya sudah berupaya untuk meminimalisir terjadinya lakalantas di Jalan Tol Cipali. Bahkan, saat ini Astra Tol Cipali bakal menambahkan wire rope atau silang baja di Jalan Tol Cipali.

“Upaya kita menambah wire rope yang saat ini sudah terpasang 39 KM, kita akan menambahkan 5 KM lagi di tahun ini. Kami upayakan untuk lokasi-lokasi blind spot, kita akan menambahkan wire rope kembali,” ujarnya.

Sesuai dengan peraturan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang baru, Agung mengimbau supaya kendaraan Truk yang melintas di Jalan Tol Cipali memasang sebuah sticker di bagian belakangnya. Sebab, kata dia, kecelakaan yang terjadi juga sering disebabkan karena perbedaan kecepatan antara Truk dan kendaraan golongan satu.

“Dari data kami kebanyakan kecelakaan ini adalah tabrak belakang. Sekitar 78 persen tabrak belakang. Sehingga kami menghimbau kepada pengguna jalan untuk istirahat di rest area yang kita punya. Yang kedua agar mematuhi batas kecepatan 100 KM perjam,” jelasnya.

Masih dipaparkannya, dihari pelanggan nasional yang jatuh pada hari ini, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan tol, agar tidak mengemudikan kendaraannya dalam kecepatan di atas standar.

Menurutnya, karena jalan tol di Pulau Jawa sudah terhubung, maka banyak masyarakat yang menggunakan Jalan Tol, utamanya Jalan Tol Cipali, mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tingi.

“Tentunya kita akan menambahkan sosialisasi. Karena kita bekerjasama dengan Kepolisian, dengan Kemenhub, bahwa pengguna jalan tidak memacu kendaraannya melebihi kecepataan yang dianjurkan,” ucap dia.

1
2

  • #Kecelakaan di Tol Cipali
  • #Cipali
  • #kecelakaan
  • #kecelakaan lalu lintas
  • #Tol Cipali

Next Post

quot;Masyarakat Sudah Menahan Diri di Rumah, Pemerintah Jangan Pancing Mereka Keluarquot;

Sab Sep 5 , 2020
JAKARTA – Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zita Anjani menyebut bahwa Pemprov DKI dinilai masih kurang melakukan edukasi kepada masyarakat soal pencegahan Covid-19. Hal ini disampaikan terkait dengan bertambahnya kasus konfirmasi positif virus corona di wilayah Jakarta per hari yang selalu tinggi. “Angkanya akan terus […]