Kasus Suap Mantan Bupati Bengkalis, Ketua DPRD Riau Disebut Jemput Uang di Surabaya

https: img.okezone.com content 2020 08 14 340 2261938 kasus-suap-mantan-bupati-bengkalis-ketua-dprd-riau-disebut-jemput-uang-di-surabaya-1TZA8Vq1F0.jpg

PEKANBARU – Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali menggelar sidang korupsi suap jalan dengan terdakwa mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Dalam keterangan salah satu saksi menyebut Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet menerima aliran dana dari kasus suap tersebut.

Hal itu diucapkan saksi Azrul Nur Manurung yang merupakan ajudan mantan Bupati Bengkalis. Dalam kesaksiannya, Azrul menyebut Eet yang saat kasus suap menjabat anggota DPRD Bengkalis menerima uangnya di Surabaya.

“Eet katanya ngambil uang itu di Surabaya. Itu kata Triyanto kepada saya,” kata mantan ajudan Bupati Bengkalis di depan Jaksa KPK dan majelis hakim, Kamis (13/8/2020).

Selain Eet sejumlah anggota dewan unsur pimpinan lain juga hampir semuanya menerima aliran dana dari PT GCA sebagai bentuk fee proyek Jalan Duri-Sei Pakning. PT GCA merupakan pemenang proyek.

“Jadi yang menerima uang bukan Pak Amril saja, hampir semua anggota dewan di sana menerima. Cuma satu yang menolak hanya Zulhelmi (Wakil Ketua DPRD Bengkalis saat itu),” ucapnya.

Selain itu, dia mengaku ada yang mengentervensinya agar tidak bicara banyak kepada KPK terkait uang suap. “Waktu itu ada yang menghubungi saya, namanya Triyanto. Dia meminta agar jangan mengaku (aliran dana). Triyanto mengaku baru diperiksa KPK dan mengatakan dia tidak mengakui uang itu. Jadi saya diminta untuk mengaku juga. Karena yang tau mengenai itu (aliran dana suap) itu, Triyanto, saya dan Tuhan,” akunnya.

Sementara itu pemilik PT CGA, Ichsan yang ditanya jaksa soal pemberian uang kepada Amril mengakui. Namun Ihsan menyebutkan, terdakwa Amril tidak pernah meminta kepadanya dan tidak pernah menjanjikan sesuatu.

“Seingat saya, tidak pernah menugaskan Triyanto ke Pekanbaru, Amril tidak pernah meminta (uang),” kata Ichsan.

Baca Juga : Mantan Anggota DPRD Bengkalis Fraksi Golkar Indra Gunawan Diperiksa KPK 

Eks Bupati Bengkalis didakwa JPU KPK dalam perkara dugaan gratifikasi. Jumlahnya beragam. Ada yang Rp5,2 miliar hingga Rp23,6 miliar. Uang Rp5,2 miliar, berasal dari PT Citra Gading Asritama (CGA) dalam proyek pembangunan Jalan Duri–Sungai Pakning. Sebagian besar anggota DPRD Bengkalis disebut menerima dalam proyek bermasalah itu.

Baca Juga : KPK Pindahkan Bupati Bengkalis Nonaktif Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

1
2

  • #Korupsi Jalan di Bengkalis
  • #Korupsi Jalan di Bengkalis
  • #Bengkalis
  • #Korupsi Bupati Bengkalis
  • #Bupati Bengkalis Amril Mukminin


Loading…

Next Post

Pegawai Positif Corona, 6 Puskesmas di Kota Bogor Tutup Sementara

Jum Agu 14 , 2020
Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan menutup sementara operasional enam puskesmas selama tiga hari. Hal tersebut menyusul ditemukannya pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). “Enam puskesmas itu ditutup sementara selama tiga hari, pada 12-14 Agustus 2020, karena pegawainya ada yang terkonfirmasi positif COVID-19. Selama ditutup […]