Kaleidoskop 2020: Balada Kepulangan Habib Rizieq di Tanah Air Berujung Penjara

https: img.okezone.com content 2020 12 25 337 2333861 kaleidoskop-2020-balada-kepulangan-habib-rizieq-di-tanah-air-berujung-penjara-MbvOmsjMIq.jpg

NAMA Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab belakangan ini menjadi sorotan publik, sekembalinya dari Arab Saudi. Sebelumnya, kepulangan Habib Rizieq dari Tanah Suci disambut pendukungnya, mulai dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) hingga ke kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Saat itu, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan bahkan mengklaim ada jutaan umat manusia yang menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, pada Selasa 10 November 2020.

“Pertama dalam sejarah Indonesia, satu-satunya tokoh di Indonesia yang dijemput jutaan umat dengan biaya sendiri di bandara tanpa instruksi siapapun. Beliau Imam Besar HRS (Habib Rizieq Shihab),” kata Haikal kepada Okezone, Selasa (10/11).

Setibanya di Tanah Air, tak sedikit juga tokoh-tokoh yang bertemu Habib Rizieq. Bahkan, beberapa partai politik mulai mencoba menggaet Habib Rizieq untuk di 2024. Mulai dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hingga dua partai baru yakni Partai Masyumi dan Partai Ummat.

Agenda padat Habib Rizieq menunggu sejak kedatangannya di Tanah Air. Dia hanya punya waktu dua hari untuk memulihkan staminanya setelah 3,5 tahun berada di Arab Saudi.

ist

Pada Jumat 13 November, Habib Rizieq kembali menjalankan rutinitasnya, yaitu melaksanakan sholat Subuh berjamaah dan menghadiri Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang diadakan Majlis Taklim Al Afaf pimpinan Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Tebet, Jakarta Selatan. Masih pada hari yang sama, Habib Rizieq bertolak ke Pondok Pesantren Agrokultural Megamendung, Bogor untuk sholat Jumat dan peletakkan batu pertama pembangunan masjid raya.

Terakhir, pada Sabtu 14 November 2020, Habib Rizieq diagendakan merayakan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di markas FPI Petamburan dan menikahkan putrinya, Syarifah Najwa Shihab.

Semua agenda Habib Rizieq tersebut, dihadiri oleh ribuan orang di tengah pandemi yang masih terjadi di negeri ini. Hal inilah yang mendorong Polda Metro Jaya bergerak cepak untuk melakukan penyidikan terhadap Rizieq Shihab. Tidak butuh waktu lama, penyidik pun telah melayangkan dua panggilan. Namun, Imam Besar FPI itu tidak kunjung hadir.

Misteri Penembakan 6 Laskar FPI di KM 50

Polisi pun mulai melacak keberadaan Habib Rizieq. Hingga terjadilah peristiwa penyerangan Laskar FPI terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Kejadian bermula ketika petugas sedang mengecek informasi mengenai ada pengerahan massa terkait pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, saat itu, mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengikuti kendaraan pengikut Habib Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan Laskar Khusus FPI.

Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 orang Laskar Khusus FPI pengawal Habib Rizieq meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri. Adapun keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi.

Namun, pernyataan polisi pun dibantah oleh FPI. Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan, tidak ada aksi penyerangan terhadap polisi oleh Laskar FPI yang mengawal rombongan Habib Rizieq Shihab. Dia juga menegaskan, tidak ada insiden tembak menembak antara Laskar FPI dan polisi.

“Laskar FPI tidak memiliki senjata api. Itu fitnah besar terhadap umat Islam. Itu upaya memutarbalikkan fakta,” tegasnya dalam jumpa pers di Markas FPI, Petamburan, Jakarta, (7/12/2020).

“Ini enam orang wafat dibantai. Mereka anak-anak yang mengawal rombongan Habib Rizieq sebagai bentuk kecintaan mereka mengawal pimpinan. Mereka tidak memiliki senjata api atau senjata lainnya,” jelasnya.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung bergerak cepat dan melakukan investigasi 6 Laskar FPI yang tewas ditembak. Komnas HAM juga telah melakukan penelusuran di lokasi penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada, Senin 7 Desember 2020.

“Komnas HAM telah melakukan penelusuran sejak lusa kemarin, lusa kami mengambil keterangan dari FPI dan saksi. Kemarin kami menyusuri TKP dan sekitarnya,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam, saat dihubungi MNC Media, Rabu (9/12/2020).

Di lokasi, kata Anam, dirinya mendapatkan beberapa fakta baru. Namun, ia belum bisa membeberkan kepada publik. “Beberapa hal penting untuk merekonstruksi peristiwa kami dapatkan, namun masih perlu pendalaman,” tegasnya.

Sementara itu, Bareskrim Polri menggelar rekonstruksi penembakan enam laskar FPI. Rekonstruksi dilakukan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12). Rekonstruksi digelar di empat lokasi memeragakan 58 adegan

Dalam rekonstruksi ini ada beberapa fakta terungkap. Mobil polisi dipepet dan diserang menggunakan sajam dan senjata api di lokasi pertama. Di lokasi kedua mobil polisi dihalangi truk

Kemudian polisi kembali mengejar mobil laskar FPI. Saat dikejar, laskar FPI melepaskan tembakan lalu dibalas petugas. Mobil Laskar FPI berhasil dihentikan di KM 50. Dua laskar ditemukan tewas karena baku tembak. Sedangkan empat lainnya ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Di tengah perjalanan 4 orang yang diamankan berusaha merebut senjata petugas. Saat pergumulan terjadi 4 anggota laskar FPI terkena tembakan. Sempat dilarikan ke RS Polri namun nyawanya tidak tertolong.

Kepala Bareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menuturkan, rekonstruksi yang telah dilakukan sebelumnya belum menjadi hasil final dalam penyidikan kasus tersebut.

“Apabila ada temuan-temuan baru terkait dengan tambahan-tambahan keterangan informasi saksi, maupun bukti-bukti yang lain tentunya tidak menutup kemungkinan bisa dilanjutkan dengan proses rekonstruksi lanjutan,” kata Listyo di Bareskrim Polri, Selasa (15/12/2020).

Listyo melanjutkan, dalam rekonstruksi tersebut, pihaknya selalu berusaha profesional, transparan, dan objektif dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari rekan media, rekan pengawas eksternal dalam hal ini Komnas HAM, Amnesty Internasonal, KontraS, Imparsial dan Kompolnas.

Habib Rizieq Ditangkap

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya pada hari ini, Sabtu (12/12/2020). Habib Rizieq menegaskan tak akan mengingkari komitmennya.

“Saya pribadi ingin tetap berpegang kepada komitmen, karena kita ini ustadz, dai, bergerak di bidang agama tidak layak kalau kami batalkan perjanjian atau suatu komitmen,” ujarnya melalui video Front TV seperti dilihat Okezone.

Habib Rizieq menjelaskan, sudah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi dengan alasan masih dalam pemulihan. Ia tidak mangkir, dan tidak pernah lari apalagi sembunyi karena mengutus pengacara ke Polda Metro Jaya.

Pada pemanggilan 7 Desember terjadi kesepakatan antara pengacara dan penyidik bahwa dirinya akan datang pada Senin 14 Desember. Itu merupakan suatu komitmen, dirinya akan dalam kondisi sehat dan tidak ada halangan lagi. Namun, pada 10 Desember, secara tiba tiba penyidik Polda Metro Jaya mengumumkan dirinya sebagai tersangka.

Dia menjalani pemeriksaan hampir 13 jam di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Setelah itu dia ditahanan dan ditempatkan di rumah tahanan umum sebagaimana tahanan lainnya, hanya saja kebetulan sel yang ditempati Habib Rizieq itu dalam kondisi kosong.

Namun, Habib Rizieq Shihab menggugat penetapan tersangka karena dinilai janggal. Melalui kuasa hukumnya, Habib Rizieq resmi melayangkan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020).

Pengajuan praperadilan dilakukan oleh tim kuasa hukum Habib Rizieq, Sumadi Atmadja. Permohonan praperadilan telah diterima oleh petugas PN Jaksel dengan nomor surat registrasi 150/PID.PRA/2020/PN.JKT.SEl.

“Kami uji praperadilan ini penetapan tersangka terhadap klien kami Habib Rizieq Shihab yang menurut kami janggal,” kata Sumadi di PN Jaksel, Selasa (15/12/2020).

Dia menilai, Hakim PN Jaksel dibawah Mahkamah Agung (MA) dapat adil dalam mengambil putusan dalam uji praperadilan yang diajukan.

“Kami berharap institusi pengadilan dibawah MA masih bisa jadi harapan Habib Rizieq Shihab maupun tim kuasa hukum untuk menguji penetapan hukum yang benar terkait penetapan tersangka,” pungkasnya.

Polri menegaskan, Imam Besar FPI, Habib Rizieq ditahan karena melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dengan ancaman 6 tahun penjara. Polri menyatakan hal itu menyusul maraknya aksi solidaritas menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan meminta hukumnan yang sama seperti Habib Rizieq.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menerangkan, pelanggaran yang menyebabkan Habib Rizieq ditahan bukan hanya perihal protokol kesehatan, melainkan terkait penghasutan. Habib Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP.

“MRS itu ditahan bukan terkait kasus protokol kesehatan, bukan hanya kerumunan Petamburan, tapi karena melanggar Pasal 160 KUHP ancamannya 6 tahun penjara,” kata Ramadhan saat dikonfirmasi MNC News Portal, Senin (14/12).

1
4

  • #Front Pembela Islam (FPI)
  • #Laskar FPI
  • #Kaleidoskop 2020
  • #habib rizieq

Next Post

Epidemiolog Prediksi Virus Corona Varian Baru Sudah Masuk Indonesia

Sab Des 26 , 2020
JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut varian baru virus Covid-19 dari Inggris telah menyebar ke Indonesia. Dia menduga jenis baru Covid-19 yang lebih mudah menular itu telah ada di Tanah Air lantaran virus tersebut sudah dilaporkan sejak September lalu. Apalagi, Singapura telah mengonfirmasi kasus pertama virus […]