Jampidum Sebut Tak Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran Kejagung

https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297519 jampidum-sebut-tak-ada-unsur-kesengajaan-dalam-kebakaran-kejagung-Ne5OsGYlBz.jpg

JAKARTA – Tim Gabungan kepolisan dan kejaksaan telah menemukan titik terang peristiwa kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dalam waktu dekat akan melakukan mengumumkan penetapan tersangka. Dalam peristiwa tersebut terjadi bukan karena unsur kesengajaan.

Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana mengatakan, setelah melakukan gelar perkara Kejagung dan Bareskrim Polri menyimpulkan kebakaran Gedung Utama Kejagung bukan karena unsur kesengajaan.

“Nggak ada, jadi itu karena kealpaan, (Pasal) 188 (KUHP). Saya bicara alat bukti, karena kealpaan, nanti kealpaannya bagaimana kita lihat perkembangannya di persidangan,” kata Fadil di Kejaksaan Agung, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: Kebakaran Kejagung Diduga Disengaja, Kabareskrim Ungkap Fakta Mencengangkan 

Pasal 188 tersebut menjelaskan, barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.

Menurut Fadil, penyidik Bareskrim telah menyampaikan kepada pihaknya bahwa tersangka segera ditetapkan. Sementara penyidik Bareskrim melaporkan perkembangan penyidikan, pihak Kejagung nantinya akan memberikan petunjuk mengenai proses pemberkasannya.

“Kami beri petunjuk supaya dalam berkas nanti harus ada ini, ini, ini. Dalam proses prapenuntutan, jaksa mengikuti perkembangan penyidikan sehingga si penyidk tahu, ‘Oh arahnya ke sana’,” tandas Fadil.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menyebut bahwa penetapan tersangka akan dilakukan pada Jumat 23 Oktober 2020. “Saya Jumat gelar penetapan tersangka,” singakt Ferdy.

Baca Juga:   Ada Dugaan Pidana Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Janji Transparan

Diketahui, peristiwa kebakaran Gedung Utama Kejagung terjadi pada Sabtu 22 Agustus 2020 lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Kerugian yang diakibatkan dari kebakaran itu mencapai Rp1,1 triliun. Setidaknya, Rp178,3 miliar merupakan kerugian gedung dan bagunan, sedangkan kerugian barang-barang yang terdapat di dalam gedung mencapai Rp940,2 miliar.

(Ari)

  • #Tersangka Kebakaran Kejagung
  • #kebakaran
  • #polri
  • #Kejagung
  • #Kebakaran Kejagung

Next Post

Gempa M 3,7 Terjadi di Lebak Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Kam Okt 22 , 2020
Jakarta – Gempa M 3,7 Terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Gempa tidak menimbulkan potensi tsunami. BMKG melalui akun twitternya mencatat gempa terjadi pada Kamis (22/10/2020) pukul 00.38 WIB. Gempa berlokasi pada 7,00 lintang selatan dan 106,32 bujur timur. Baca juga: Gempa M 5,2 Terjadi di Pulau Pagai Selatan Sumbar Gempa […]