Jadi Tersangka, Bos PO Bus Dijerat UU Narkotika dan Pencucian Uang

https: img.okezone.com content 2020 09 19 525 2280578 jadi-tersangka-bos-po-bus-dijerat-uu-narkotika-dan-pencucian-uang-Y38CZXe9LT.jpg

TASIKMALAYA – Badan Nasional Narkotika (BNN) RI menetapkan pria berinisial F, yang merupakan pemilik Perusahaan Otobus (PO) Pelangi atau PT Pelangi Atra Kana sebagai tersangka pengendali peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 13 kilogram yang disembunyikan dalam salah satu bus miliknya saat menuju Tasikmalaya, Rabu 16 September 2020 kemarin.

Akibat perbuatannya, bos perusahaan bus asal Aceh tersebut akan dijerat pasal berlapis, yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Tersangka F yang merupakan pengendali dalam kasus sabu-sabu 13 kg di Rajapolah Tasikmalaya akan dijerat pasal berlapis. Selain dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka juga akan dijerat dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” ujar Kepala BNNPJawa Barat, Brigadir Jenderal Sufyan Syarif, lewat pesan singkat, Sabtu (19/9/2020) sore.

Baca Juga:  BNN Tangkap Pemilik PO Bus Pengendali Peredaran Sabu 13 Kg di Tasikmalaya

Sufyan menambahkan, terkait penangkapan tersangka langsung dilakukan di Tangerang tidak lama setelah tim BNN yang dibantu Polresta Tasikmalaya menyergap satu unit bus Pelangi bernomor polisi BL 7308 AK yang membawa 13 kg sabu yang diamankan di Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Rabu 16 September 2020.

Sebelumnya, dalam operasi bersama BNN RI, BNNP Jabar, BNNK Tasikmalaya, BNNK Ciamis bersama Jajaran Polrresta Tasikmalaya dan Polsek Rajapolah, berhasil menangkap seorang pria berinisial ED asal Tasikmalaya, sopir bus berinisial HR asal Medan dan kernet bus AM asal Medan, yang kedapatan dalam bus yang mereka tumpangi terdapat 13 paket sabu berbungkus kemasan teh dalam karung berwarna putih seberat 13 kilogram.

Baca Juga: Tangkap 2 Pengedar di Pulogadung, Polisi Sita 43 Klip Sabu

Barang haram tersebut sengaja disembunyikan dalam bagian bawah lorong bus yang telah dimodifikasi tepatnya di dekat jok dekat sopir.

“Jadi tersangka kasus gembong narkoba yang dikendalikan F, baru berjumlah 4 orang. Hingga saat ini BNN masih terus kembangkan kasusnya,” ujarnya.

(Ari)

  • #Narkoba
  • #BNN
  • #sabu
  • #penyelundupan narkoba
  • #tasikmalaya

Next Post

Viral Video Ibu Siksa Anak Kandung di Parepare Sulsel

Ming Sep 20 , 2020
Parepare – Sebuah video yang berdurasi 5 menit 40 mendadak viral setelah tersebar di media sosial. Dalam video tersebut terekam aksi seorang ibu di Parepare, Sulawesi Selatan yang menyiksa anaknya sendiri. Dalam video nampak sang anak perempuan dengan beberapa luka di bagian wajah dan badannya tidak berdaya diomeli oleh ibunya. […]