Ini Panduan Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 07 31 337 2254882 ini-panduan-pelaksanaan-sholat-idul-adha-di-tengah-pandemi-covid-19-zDS0gnPBso.jpg

JAKARTA – Masyarakat Indonesia merayakan Idul Adha 1441 Hijriah pada hari ini, Jumat (31/7/2020). Perayaan Idul Adha tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena di tengah pandemi Covid-19.

Persiapan penerapan protokol kesehatan harus diterapkan guna mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Baca Juga: Menag: Sholat Idul Adha Boleh Dilaksanakan untuk Daerah Aman Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menjelaskan mengenai panduan cara aman melaksanakan ibadah kurban dan salat Id. .Untuk pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan, namun harus tetap dengan mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya dengan menjaga kebersihan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

Kemudian menghindari terjadinya kerumunan saat pembagian daging kurban. Misalnya dengan tidak menggunakan kupon, namun melalui koordinator yang mengantarkan ke rumah-rumah.

Reisa mengatakan, MUI dan pemerintah juga telah menyarankan agar Sholat Idul Adha dilaksanakan di wilayah yang risiko penyebarannya rendah. Untuk itu, panitia penyelenggara Sholat Idul Adha harus berkoordinasi sebelumnya dengan pemerintah daerah serta wajib menerapkan protokol kesehatan, di antaranya pertama, membatasi jumlah pintu atau alur keluar dan masuk.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Cerah Berawan di Hari Idul Adha

Kedua, menyediakan tempat cuci tangan. Ketiga, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap jamaah. Keempat, diwajibkan memakai masker dan membawa perlengkapan salat sendiri.

Kelima, mengatur jarak antar jamaah minimal 1 meter. Keenam, tidak menjalankan kotak sedekah atau meminta sumbangan secara langsung.

Ketujuh, anak-anak, usia lanjut, orang sakit diperkenankan mengikuti sholat Idul Adha di rumah saja.

“Pastikan kita mematuhi panduan MUI dan pemerintah serta disiplin menerapkan cara-cara mencegah penularan Covid-19. Selamat hari raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 Hijriah, tetap peduli, tetap berbagi dan saling melindungi,” katanya.

Sementara Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, agar protokol kesehatan harus dijalankan dalam pelaksaaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. “Pada prinsipnya, Salat Idul Adha 1441 H sudah dapat kita lakukan di lapangan atau di masjid, kecuali di tempat atau daerah tertentu yang tidak dibolehkan oleh pemerintah daerah atau Gugus Tugas Covid-19 setempat, karena alasan tidak aman Covid” kata Menag seperti dikutip dari situs Kemenag.
Menag meminta kepada masyarakat, agar memastikan lingkungan tempat salat aman dari Covid-19. “Batasi pintu atau jalan masuk untuk memudahkan pengecekan suhu tubuh jemaah, bawa peralatan salat masing-masing, pakai masker, jaga jarak, tidak usah bersalaman atau berpelukan, pengumpulan infaq tanpa bersentuhan dengan kotak sumbangan. serta perpendek pelaksanaan shalat dan khutbah, tanpa mengurangi syarat dan rukunnya,” jelas Menag.
Sementara, untuk penyembelihan hewan kurban, masyarakat diminta untuk melaksanakannya di tempat terbuka. “Lakukan di tempat terbuka, hewan kurban dalam keadaan sehat, petugas pakai masker, membawa alat masing-masing, jaga jarak, cegah adanya kerumunan orang dan daging kurban diantar petugas ke alamat penerima,” lanjutnya.

Sementara Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, agar protokol kesehatan harus dijalankan dalam pelaksaaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. “Pada prinsipnya, Sholat Idul Adha 1441 H sudah dapat kita lakukan di lapangan atau di masjid, kecuali di tempat atau daerah tertentu yang tidak dibolehkan oleh pemerintah daerah atau Gugus Tugas Covid-19 setempat, karena alasan tidak aman Covid” kata Menag seperti dikutip dari situs Kemenag.

Menag meminta kepada masyarakat, agar memastikan lingkungan tempat salat aman dari Covid-19. “Batasi pintu atau jalan masuk untuk memudahkan pengecekan suhu tubuh jamaah, bawa peralatan salat masing-masing, pakai masker, jaga jarak, tidak usah bersalaman atau berpelukan, pengumpulan infaq tanpa bersentuhan dengan kotak sumbangan. serta perpendek pelaksanaan shalat dan khutbah, tanpa mengurangi syarat dan rukunnya,” katanya.

Untuk penyembelihan hewan kurban, masyarakat diminta untuk melaksanakannya di tempat terbuka. “Lakukan di tempat terbuka, hewan kurban dalam keadaan sehat, petugas pakai masker, membawa alat masing-masing, jaga jarak, cegah adanya kerumunan orang dan daging kurban diantar petugas ke alamat penerima,” lanjutnya.

Kementerian Agama (Kemenag) juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 untuk panduan pelaksanaan Idul Adha. Kemudian, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah mengeluarkan panduan pelaksanaan Sholat Idul Adha di masa adaptasi kebiasaan baru kepada panitia hari besar Islam.

1
2

  • #new normal
  • #Covid-19
  • #Idul Adha 1441 Hijriah
  • #idul adha
  • #Sholat Idul Adha
  • #Sholat Idul Adha 1441 H


Loading…

Next Post

Presiden Jokowi Bersama Keluarga Sholat Idul Adha di Istana Bogor

Jum Jul 31 , 2020
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama keluarganya akan melaksanakan sholat Idul Adha di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (31/7/2020). Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, sholat akan dilangsungkan secara tertutup guna mengantisipasi penyebaran virus corona. “Sholatnya juga intern. Dilaksanakan di Bogor dengan keluarga,” kata Kepala Sekretariat […]