Ini Daftar Peristiwa Pesawat Penumpang Dikawal Jet Tempur dan Dipaksa Mendarat

BELARUSIA – Peristiwa pemaksaan pendaratan pesawat Ryanair menuju ibu kota Belarusia, Minsk, pada Minggu (23/05) bukan pertama kali terjadi.

Insiden terakhir melibatkan pesawat dengan nomor penerbangan FR4978 yang berangkat dari Yunani dan semestinya mendarat di Vilnius, Lithuania. Pesawat penumpang itu tiba-tiba dikawal jet tempur Belarusia yang memaksa pesawat tersebut berbelok ke Minsk dengan dalih adanya ancaman bom.

Kejadian ini juga disertai penangkapan seorang jurnalis yang akhirnya memicu kemarahan di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Pilot maskapai Ryanair kemudian terpaksa mengikuti arahan dari jet militer Belarusia.

Berikut daftar peristiwa pencegatan terhadap pesawat penerbangan sipil yang dikawal jet tempur:

  • 2013: Pesawat presiden Bolivia mendarat di Wina

Pada Juli 2013, Presiden Bolivia Evo Morales dalam perjalanan udara kembali ke Bolivia setelah melakukan pertemuan tingkat tinggi di Moskow. Saat itu pesawat presiden Bolivia ini dipaksa berbelok ke Bandara Wina di Austria setelah sejumlah negara Eropa menolaknya masuk ke dalam wilayah udara mereka.

Pihak Bolivia mengatakan telah terjadi “kebohongan besar” lantaran Morales dituduh menyembunyikan mantan kontraktor badan keamanan AS, Edward Snowden, di dalam pesawat tersebut.

Prancis kemudian meminta maaf kepada pemerintah Bolivia atas “konfirmasi izin yang terlambat” untuk memasuki wilayah udara Prancis, dan menyalahkan “informasi yang saling bertentangan.”

(Baca juga: Biden: AS Siapkan Sanksi untuk Belarusia, Terkait Pendaratan Pesawat Secara Mendadak)

Akan tetapi, insiden pesawat di Belarus tidak sepenuhnya bisa disamakan dengan insiden pesawat Morales. Hal ini karena pesawat Morales tidak dicegat pesawat jet tempur dan dipaksa untuk mendarat – tapi tidak diberikan izin oleh negara lain untuk memasuki wilayah udara mereka.

Presiden Bolivia juga melakukan perjalanan menggunakan pesawat kepresidenan, bukan pesawat komersial atau penerbangan sipil.

Badan Penerbangan Pesawat Sipil PBB (ICAO) mengatakan prihatin atas “pendaratan paksa yang sangat jelas” dalam insiden Belarusia. Peristiwa tersebut dinilai bisa “bertentangan dengan Konvensi Chicago” yang mengatur akses wilayah udara dan keselamatan pesawat.

Konvensi Chicago 1944 ini berlaku untuk penerbangan sipil seperti Ryanair, tapi tidak berlaku untuk urusan penerbangan kenegaraan seperti pesawat presiden dan pesawat militer.

  • 2010: Militan Sunni ditangkap Iran

Abdolmalek Rigi, pemimpin Jundullah, kelompok pemberontak garis keras Sunni, ditangkap di Iran pada Februari 2010. Kantor berita Iran, Irna, menyebutkan Abdolmalek Rigi sedang dalam penerbangan menuju negara Arab melalui Pakistan, sebelum akhirnya ditangkap.

“Pesawat yang ia tumpangi telah diperintahkan untuk mendarat dan dia ditangkap setelah pemeriksaan pesawat,” kata anggota Parlemen Iran, Mohammed Dehgan, yang dikutip kantor berita AFP.

Laporan lainnya menyebutkan Rigi ditangkap saat berada dalam pesawat komersial dari Dubai menuju Kyrgyzstan yang mendarat di Iran—tempat ia ditangkap.

Tapi ada laporan lain yang bertentangan – terutama dari media AS – yang menunjukkan Pakistan menawarkan bantuan untuk penangkapan Rigi.

(Baca juga: Jika Pesawat Militer Menyergap Pesawat Penumpang Seperti Terjadi di Belarusia, Perintahnya ‘Harus Dipatuhi’)

BBC belum dapat memverifikasi bagaimana Rigi ditangkap. Klaim Iran bahwa jet tempurnya telah memaksa pesawat komersial mendarat di Iran, mungkin tidak benar.

Pemimpin militan itu dieksekusi pada Juni 2010.

  • 1985: Jet tempur AS mencegat sebuah pesawat

Pada Oktober 1985, pesawat Mesir yang diduga berisi militan Palestina telah dicegat oleh pesawat tempur AS. Pesawat itu kemudian dipaksa mendarat di pangkalan militer AS di Italia.

Pencegatan itu berlangsung setelah kapal pesiar Italia, Achille Lauro, dibajak di Laut Mediterania dengan ratusan penumpang di dalamnya. Seorang penumpang Yahudi Amerika tewas dalam peristiwa ini.

Empat militan dari Front Pembebasan Palestina awalnya melarikan diri, setelah mengizinkan Achille Lauro berlabuh di Mesir. Mereka kabur dari Mesir dengan pesawat sewaan dari Egyptair, yang membawa mereka ke Tunisia.

Pesawat ini kemudian dicegat oleh jet tempur F-16 di wilayah udara internasional di langit Mediterania, menurut laporan Los Angeles Times saat itu. Pesawat tersebut lantas dikawal menuju pangkalan udara AS Signella di Sisilia.

Keempat pembajak tersebut diadili dan dipenjara dalam waktu lama di Italia.

  • 1956: Penangkapan pemimpin gerakan Aljazair merdeka

Pada 22 Oktober 1956, lima pemimpin Front Pembebasan Nasional Aljazair (FLN) berada di dalam pesawat sipil dari Rabat di Maroko menuju Tunisia, seperti dilaporkan wartawan BBC Arab, Ahmed Rouaba.

Mereka akan berpartisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan Presiden Tunisia, Habib Bourguiba, tentang masa depan wilayah Maghreb.

Saat itu, Aljazair masih menjadi daerah koloni Prancis. Dinas rahasia Prancis mengirim jet tempur untuk mencegat pesawat tersebut, dan memaksanya mendarat di Aljazair.

Peristiwa ini telah menyulut kemarahan di Maroko dan Tunisia.

Lima orang ditangkap, termasuk Ahmed Ben Bella. Belakangan dia menjadi presiden pertama Aljazair setelah memperoleh kemerdekaan dari Prancis. Ia meninggal pada 2012 di usia 95 tahun.

1
2
  • #Belarusia
  • #Pesawat Mendarat
  • #Pesawat Mendarat Mendadak
  • #pesawat Ryanair

Next Post

Amnesty International Desak Junta Militer Myanmar Bebaskan 88 Wartawan

Jum Mei 28 , 2021
JAKARTA – Amnesty International menyerukan kepada junta militer Myanmar agar segera mencabut semua dakwaan terhadap jurnalis yang telah ditahan sejak kudeta 1 Februari. Organisasi hak asasi manusia itu mengatakan Kamis (27/5) bahwa “penganiayaan, intimidasi, perlakuan kejam dan kekerasan yang sedang berlangsung” yang dihadapi jurnalis adalah upaya yang jelas dari otoritas […]