Indonesia Resesi, Bagaimana Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial?

https: img.okezone.com content 2020 11 07 337 2305621 indonesia-resesi-bagaimana-dampaknya-terhadap-kehidupan-sosial-dUUcUqbC5K.jpg

JAKARTA – Pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia saat ini masuk ke dalam jurang resesi. Hal itu, sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 yang minus 3,49% secara year on year (yoy).

Resesi ini tentu berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Utamanya, dalam segi perekonomian masyarakat. Tak sedikit buruh atau pekerja yang di-PHK akibat pandemi virus corona (Covid-19). Lantas, bagaimana dampak resesi terhadap kehidupan sosial di Indonesia?

Sosiolog asal Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Sigit Rochadi mengatakan, yang paling terlihat berdampak dalam resesi ini adalah menurunnya ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Dan lapisan yang paling terdampak, kata dia, adalah masyarakat kelas bawah, buruh, hingga pekerja harian.

“Kelompok ini mengandalkan pendapatan harian. Jika tidak ada bantuan ekonomi dari pemerintah, sangat mungkin kriminalitas meningkat,” kata Sigit kepada Okezone, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Indonesia Resesi, Pengangguran Bakal Capai 15 Juta Orang pada 2021

Selain itu, Sigit melihat, mobilitas masyarakat pencari kerja ke kota besar mulai ada peningkatan sejak beberapa bulan lalu. Di era normal, kata Sigit, mereka mungkin akan mencoba keberuntungan di sektor informal. Namun berbeda ketika berada di era pandemi seperti saat ini.

“Dan yang mereka harapkan tentu bantuan pemerintah. Golongan menengah bawah akan melepaskan aset mereka ke pegadaian, menjual dengan harga murah untuk mempertahankan hidup seperti yang selama ini mereka lakukan,” bebernya.

Menurut Sigit, resesi disertai dengan merumahkan karyawan atau PHK membuat ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Sementara kebutuhan pokok, melambung tinggi dan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup.

“Mungkin bagi yang masih memiliki simpanan, tentu akan mengandalkan simpanan. Sementara bagi mereka yang tidak memilikinya sangat sulit memenuhi kebutuhan jika saudara, lembaga sosial, dan pemerintah tidak turun tangan,” ucapnya.

Sigit pun mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan keamanan di saat-saat seperti sekarang. Sebab, ia memprakirakan kejahatan atau tingkat kriminalitas akan meningkat.

“Masyarakat di pemukiman menengah perlu meningkatkan keamanan dan solidaritas sosial dengan membantu golongan miskin yang memerlukan bantuan untuk mencegah kejahatan,” jelasnya.

(wal)

1
1

  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona
  • #Pandemi Covid-19
  • #Resesi Indonesia
  • #menghadapi resesi

Next Post

Jika Trump Kalah, Strategi Politik Dunia Diprediksi Bakal Berubah

Sab Nov 7 , 2020
JAKARTA – Proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat hingga kini masih berlangsung. Hasil penghitungan suara sementara, Joe Biden masih unggul tipis dari petahana, Donald Trump. Bagaimana analisis atau prediksi kedepan dari hasil penghitungan suara sementara? Pengamat Politik asal Universitas Paramadina, Hendri Satrio memperkirakan strategi politik hingga cara kampanye pilpres […]