Hukuman DO Menanti Pelajar Depok jika Ikut Demo UU Ciptaker

https: img.okezone.com content 2020 10 12 338 2292583 hukuman-do-menanti-pelajar-depok-jika-ikut-demo-uu-ciptaker-YM4jBUkDFR.jpg

DEPOK – Rencana aksi demonstrasi terkait Omnibus Law akan kembali dilakukan oleh federasi buruh, dan mahasiswa di Jakarta pada hari ini, Selasa (13/10/2020). Namun, bagi para pelajar kegiatan tersebut sangatlah dilarang.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengatakan, akan memberikan sanksi hukuman berupa drop out (DO) atau dikeluarkan dari sekolah jika ada pelajar yang ikut aksi unjuk rasa terkait penolakan UU Omnibus Law.

“Karena pada saat nanti anaknya melakukan demo, apalagi anarkis konsekuensinya di keluarkan dari sekolah,” kata Dedi kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

 Baca juga:

 Ricuh Demo UU Ciptaker, Prabowo Sebut Ada yang Ingin Ciptakan Kekacauan   

Polisi Tangkap 10 Pelaku Perusakan Gedung ESDM saat Demo Tolak UU Cipta Kerja   

Ia pun sudah menyarankan kepada Disdik Kota Depok dan Kepala KCD II Bogor-Depok, agar intensif melakukan vokasi kepada sekolah, dan orang tua agar anak didik kita terutama pelajar SMK, dan SMA jangan terlibat unjuk rasa UU Omnibus Law ke Jakarta besok.

“Sudah kami berikan sosialisasi ke orang tua murid melalui Disdik Kota Depok, dan Kepala KCD II Bogor-Depok. Jika ada larangan ikut Demo ke Jakarta,” pungkasnya.

 

(wal)

1
1

  • #Kota Depok
  • #Demo di Jakarta
  • #Demo RUU Cipta Kerja
  • #Demo Tolak Omnibus Law
  • #Demo di Jakarta
  • #Demo Tolak UU Ciptaker
  • #Pendemo Anarkis

Next Post

Cegah Kekerasan Jurnalis, Polri Siapkan Rompi Khusus Wartawan Peliput Demo

Sel Okt 13 , 2020
Jakarta – Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan aparat saat meliput demo penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Mengantisipasi hal itu, Polri akan menyiapkan rompi khusus bagi wartawan untuk memudahkan polisi mengidentifikasi jurnalis saat meliput aksi. “Ke depan kami akan membuat rompi khusus bagi wartawan di lapangan, agar dapat dikenali petugas. […]