Hari Lahir Pancasila, Soekarno: Saya Bukan Pencipta Pancasila

JAKARTAPancasila merupakan karya bersama yang dihasilkan melalui konsensus bersama. Pancasila itu merupakan titik-temu (common denominator) yang menyatukan ke-Indonesiaan.

Dengan demikian, jelas bahwa penetapan rumusan Pancasila merupakan hasil final, yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga Indonesia dalam mengembangkan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Demikian dikutip dari buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang diterbitkan Sekretarian Jenderal MPR RI.

Hal ini seperti yang disampaikan Presiden Soekarno, yang juga penggagas Pancasila. Berikut pernyataan Soekarno dikutip dari Pidato Bung Karno, 1 Juni 1946 dalam Rangka Peringatan Hari Pancasila.

“Saya bukanlah pencipta Pancasila, saya bukanlah pembuat Pancasila. Apa yang saya kerjakan tempo hari, ialah sekadar memformuleer perasaan-perasaan yang ada di dalam kalangan rakyat dengan beberapa kata-kata, yang saya namakan “Pancasila”. Saya tidak merasa membuat Pancasila. Dan salah sekali jika ada orang mengatakan bahwa Pancasila itu buatan Soekarno, bahwa Pancasila itu buatan manusia. Saya tidak membuatnya, saya tidak menciptakannya. Jadi apakah Pancasila buatan Tuhan, itu lain pertanyaan…

Aku memang manusia. Manusia dengan segala kedaifan dari pada manusia. Malahan manusia jang tidak lebih daripada saudara-saudara yang kumaksudkan itu tadi. Tetapi aku bukan pembuat Pancasila; aku bukan pencipta Pancasila. Aku sekedar memformuleerkan adanya beberapa perasaan di dalam kalangan rakyat yang kunamakan “Pancasila”. Aku menggali di dalam buminya rakyat Indonesia, dan aku melihat di dalam kalbunya bangsa Indonesia itu ada hidup lima perasaan. Lima perasaan ini dapat dipakai sebagai mempersatu daripada bangsa Indonesia yang 80 juta ini. Dan tekanan kata memang kuletakan kepada daya pemersatu daripada Pancasila itu…”

Pada saat kita menghadapi kemungkinan untuk mengadakan proklamasi kemerdekaan, dan alhamdulillah bagi saya pada saat itu bukan lagi kemungkinan tetapi kepastian, kita menghadapi soal bagaimana Negara hendak datang ini, kita letakan di atas dasar apa. Maka di dalam sidang daripada para pemimpin Indonesia seluruh Indonesia, difikir-fikirkan soal ini dengan cara jang sedalam-dalamnya.

 Di dalam sidang inilah buat pertama kali saya formuleeren apa yang kita kenal sekarang dengan perkataan “Pancasila”. Sekedar formuleren, oleh karena lima perasaan ini telah hidup berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun di dalam kalbu kita. Siapa yang memberi bangsa Indonesia akan perasaan-perasaan ini? Saya sebagai orang yang percaya kepada Allah SWT berkata: “Sudah barang tentu yang memberikan perasaan-perasaan ini kepada bangsa Indonesia ialah Allah SWT pula”.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Menyelami Pemikiran Wahid Hasyim di Sila Pertama

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, M Yamin Putuskan Hubungan Tradisi Indonesia dengan Majapahit-Sriwijaya

(fkh)

  • #Pancasila
  • #Hari Lahir Pancasila
  • #Soekarno

Next Post

4 Fakta Juru Parkir Temukan Duit Segepok Lalu Disumbangkan ke Palestina

Sab Mei 29 , 2021
SOLO – Seorang juru parkir bernama Raharjo (42) menemukan amplop berisi segepok uang. Ia sempat mengumumkan penemuan uang dalam amplop tersebut. Namun, ia tak kunjung menemukan siapa pemiliknya hingga akhirnya Raharjo memutuskan untuk menyumbangkannya ke Palestina. Raharjo (42) merupakan warga Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Ia sudah tujuh tahun menjadi juru parkir […]