Halte Transjakarta Dirusak Pendemo, Anies: Senin Bisa Digunakan Lagi

https: img.okezone.com content 2020 10 10 338 2291681 halte-transjakarta-dirusak-pendemo-anies-senin-bisa-digunakan-lagi-XM7Nj4cGZO.jpg

JAKARTA – Sebanyak 46 Halte Transjakarta mengalami kerusakan, pasca demonstrasi terkait Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis 8 Oktober 2020. Bahkan, terdapat tiga halte yang rusak parah hingga harus dirombak total.

“Iya jadi ada 46 halte yang mengalami kerusakan, kemudian ada tiga halte yang mengalami rusak berat, yakni Halte Tosari, Halte Sawah Besar dan Halte Bundaran HI. Itu rusak berat dan harus dirombak total,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat meninjau pembersihan Halte Transjakarta, Sabtu (10/10/2020).

Anies secara langsung datang ke lokasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan baik. Sehingga, halte yang menjadi sasaran amukan demonstaran dapat segera dioperasikan kembali.

Total 18 Halte Dirusak Massa Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja

“Tadi malam 250 orang tim gabungan dari Dinas Pertamanan, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Damkar semua bekerja tadi malam dan alhamdulillah sudah tuntas pembersihannya,” ujarnya. 

Kendati demikian, menurut dia, 46 Halte Tranjakarta yang dirusak demonstran belum semuanya bisa beroperasi normal. “Kita ingin hari Senin sudah bisa digunakan lagi temporer (sementara), tapi belum keseluruhan,” katanya.

Baca juga: Gubernur Anies Sebut 46 Halte Rusak Akibat Demo UU Ciptaker 

Adapun, lanjut dia, proses membangun  halte yang mengalami kerusakan parah setidaknya akan memakan cukup banyak waktu. Oleh karena itu, hanya sebagian yang bisa digunakan dari total 46 halte yang dirusak demonstran. 

“Karena separuh akan dipakai dan separuh akan dimulai pembangunan, kita berharap dalam 5 minggu ini semua sudah mulai beroperasi,” tukasnya. 

(qlh)

  • #UU Ciptaker
  • #Demo RUU Ciptaker
  • #Transjakarta
  • #anies baswedan
  • #Halte Transjakarta

Next Post

Camat Jagakarsa: Banjir Ciganjur dari Luapan Kali Setu Tertutup Tembok Longsor

Ming Okt 11 , 2020
Jakarta – Camat Jagakarsa, Alamsyah, mengungkap banjir di Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel) terjadi karena luapan anak Kali Setu. Aliran kali tertutup longsoran tembok perumahan hingga air meluap dan menggenangi permukiman warga. “Banjir hari ini terjadi karena yang pertama yaitu untuk kali, anak Kali Setu itu tertutup longsoran tembok dari […]