Habib Rizieq Jadi Tersangka, DPR: Beri Ruang untuk Penegak Hukum yang Bekerja

https: img.okezone.com content 2020 12 12 337 2326186 habib-rizieq-jadi-tersangka-dpr-beri-ruang-untuk-penegak-hukum-yang-bekerja-TYtel2Zxwm.jpg

JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat. Ia ditetapkan tersangka bersama lima orang lainnya.

Baca juga:  Habib Rizieq Akan Datangi Polda Metro Jaya Pagi Ini 

Mengenai hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengatakan, saat ini berilah ruang untuk penegak hukum bekerja dalam kasus tersebut.

“Sekarang saatnya kita melihat semuanya secara obyektif, beri ruang dan beri dukungan kepada polisi dan parat penegak hukum yang sedang bekerja, jangan sampai kita membuat aparat penegak hukum, termasuk Polda Metro Jaya bimbang dan ragu untuk bersikap dan bertindak tegas. Toh, tidak perlu khawatir, karena kita semua akan mengawal proses penegakan hukumnya,” kata tutur Arteria kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Baca juga:  Akan Datangi Polda Metro Jaya, Habib Rizieq: Saya Akan Memenuhi Panggilan Pemeriksaan 

Namun, kata dia, ebaiknya sebagai warga negara yang baik Habib Rizieq dapat menghormati proses penegakan hukum oleh Polda Metro Jaya.

“Sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita hormati saja proses penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh Polda Metro Jaya,” sambungnya.

Bahkan, ia mengharapka agar Habi Rizieq dapat bersikap kooperatif. Seperti halnya menghadiri pemanggilan yang dilayangkan oleh pihak Kepolisian.

“MRS sebaiknya menghormati jalannya proses penegakan hukum, kooperatif dan menghadiri setiap panggilan kepolisian. Jangan sampai beliau menempatkan dirinya di atas negara ataupun kekuasaan negara,” tegasnya.

 

Disisi lain, Politikus PDIP ini melihat langkah kepolisian menetapkan tersangka dan melakukan upaya paksa penangkapan adalah hal wajar. Kemudian menurutnya dapat dibenarkan dan tentunya diserta informasi pendahuluan alat bukti yang cukup.

“Penetapan tersangka dan perintah penangkapan ini kan bukan tiba-tiba, akan tetapi melalui proses criminal justice system yang proper. Beliau kan sudah 2 kali dipanggil tidak hadir, bahkan terkesan MRS itu “untouchable”, tidak bisa tersentuh oleh hukum, terkesan boleh berbuat apa saja, dengan mudahnya melakukan hate speech, penghasutan, menyemburkan ujaran kebencian, berita bohong, itu berlangsung berulang-ulang dan bertahun-tahun tanpa tersentuh dan terkoreksi oleh hukum negara,”terang dia.

“Saatnya seluruh anak bangsa untuk bersabar, menahan diri serta memberikan ruang dan dukungan bagi Polri untuk bekerja sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya dan sehebat-hebatnya. Saya pribadi mewakafkan diri untuk mengawal dan memastikan due process of lawnya berjalan prosedural, cermat dan penuh kehati-hatian,” tandasnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq sebagai tersangka penghasutan dan kerumunan. Selain Rizieq, lima orang lainnya juga turut ditetapkan tersangka yakni, Ketua Panitia Haris Ubaidillah (HU), Sekretaris Panitia Ali Bin Alwi Alatas (A), Penanggung Jawab Maman Suryadi (MS), Penanggung Jawab Acara Shabri Lubis (SL), dan Kepala Seksi Acara Habib Idrus (HI).

Keenam tersangka itu sudah dilakukan pencekalan untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari. Surat permohonan pencekalan sendiri dilayangkan pada 7 Desember 2020.

Selain pelanggaran UU Karantina Kesehatan, Habib Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP. Sementara itu, kelima tersangka lainnya, dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

1
2

  • #DPP FPI
  • #Kerumunan Habib Rizieq
  • #DPR
  • #Habib Rizieq Tersangka
  • #Polda Metro Jaya
  • #habib rizieq

Next Post

Akibat Pandemi Covid-19, Emisi Gas Rumah Kaca Turun Drastis Sepanjang Sejarah

Sab Des 12 , 2020
INGGRIS – Penguncian dan pembatasan akibat Covid-19 dianggap berhasil menurunkan emisi global CO2 hingga 7% pada tahun ini. Studi ini menemukan pandemi virus corona telah menyebabkan penurunan emisi gas rumah kaca tahunan terbesar yang pernah tercatat. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di Universitas East Anglia (UEA), Universitas Exeter dan […]