Gugus Tugas Jabar Waspadai Epicentrum Baru Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 09 10 338 2275329 gugus-tugas-jabar-waspadai-epicentrum-baru-covid-19-hwZplPWTQ3.jpg

BOGOR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat tengah mewaspadai epicentrum baru selain Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek). Pasalnya, beberapa wilayah di Jawa Barat lainnya mulai bermuculan kasus Covid-19.

“Di Jabar yang jadi epicentrum masih Bodebek dan Bandung Raya. Sekarang mulai menyebar juga ke beberapa wilayah yang tadinya landai misalnya Karawang, Majalengka, Sukabumi dan sebagainya mulai tumbuh. Tentunya ini jadi perhatian gugus tugas di provinsi,” kata Sekretaris GTTP Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad usai mengikuti patroli gabungan jam operasional di Kota Bogor, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga:  3 ASN Dinas Kesehatan Maros Positif Covid-19

Selain itu, yang menjadi fokus perhatian pihaknya juga terkait mulai bermunculan sumber penularan Covid-19 dari sektor industri. Di samping, klaster keluarga yang masih cukup dominan di Bogor.

“Sekarang muncul klaster industri di Bekasi, ini jadi perhatian khusus. Pak Gubernur menginstruksikan pada kami untuk konsentrasi di daerah industri di samping Kota Bogor yang ada klaster keluarga itu juga jadi perhatian di provinsi,” ungkap Daud.

Tim GTTP Covid-19 Jawa Barat, tambah Daud, akan lebih intensif berkoordinasi dan komunikasi dengan semua daerah-daerah di wilayahnya guna menekan angka penularan serta penyebaran Covid-19.

“Kalau pengawasan tentunya kita bekerja sama dengan daerah-daerah kabupaten dan kota. Jadi, sekali lagi kita turun ke kabupaten dan kota untuk lebih mengintensifkan lagi apa yang dilaksanakan oleh rekan-rekan kami di sana,” pungkasnya.

Baca Juga: Sempat Drop, Sekretaris Satgas Covid-19 Babel Kembali Pindah Rumah Sakit

(Ari)

  • #Corona Bogor
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona

Next Post

Jika Masih quot;Bandelquot;, DPR Minta Cakada Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Kam Sep 10 , 2020
JAKARTA – Pemerintah bakal memberikan sanksi calon kepala daerah (cakada) yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. Sanksi yang diberikan berupa penundaan pelantikan bagi pemenang Pilkada serentak 2020 jika terbukti melanggar protokol kesehatan Covid-19. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yaqut Cholil Qoumas mendukung kebijakan yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian […]