Gedung DPR Lockdown hingga 8 November 2020

https: img.okezone.com content 2020 10 08 337 2290186 gedung-dpr-lockdown-hingga-8-november-2020-aEEUbPPUO1.jpg

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indra Iskandar mengatakan bahwa Gedung DPR/MPR akan dilockdown atau ditutup sementara, mulai pekan depan hingga 8 November 2020. Hal itu sesuai dengan masa reses DPR yang sudah berjalan sejak 6 Oktober hingga 8 November 2020.

Nantinya, petugas akan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari Senin selama dilockdown, atau mulai pekan depan hingga 8 November 2020 di setiap ruangan Gedung Parlemen. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona setelah 18 anggota DPR dinyatakan positif Covid-19.

“Minggu depan itu akan kita lockdown. Kita akan sterilkan dulu, kita lockdown, dan kalaupun nanti dalam kondisi steril, itu setiap senin selama masa reses ini kita akan semprot. Jadi enggak setiap hari lagi seperti sekarang sampai masa sidang,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

Menurut Indra, pihaknya sudah melakukan sterilisasi terhadap Gedung DPR sejak 23 September 2020. Sterilisasi dilakukan mulai dari ruang sidang hingga ruang kelengkapan dewan. Namun memang, diakui Indra, pihaknya terkejut ketika mendapatkan banyaknya informasi soal anggota dewan yang positif corona.

“Mereka kan yang rata-rata menyampaikan positif itu kan langsung isolasi mandiri,” katanya.

Indra menjelaskan, rapat paripurna yang memutus Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) pada Senin, 5 Oktober 2020, tersebut sengaja dipercepat karena memang banyaknya anggota dewan yang positif corona.

“Nah makanya setelah kemarin rapat paripurna itu, dipercepat karena memang itu keprihatinan pimpinan, ini kan setelah paripurna penutupan dalam beberapa hari ini, fraksi-fraksi, anggota-anggota, sedang menyelesaikan untuk administrasi yang akan melakukan kunker ke dapil,” bebernya.

Baca Juga : 12 Remaja yang Ikut-ikutan Demo di DPR Reaktif Corona

Lebih lanjut, Indra membeberkan bahwa pihaknya memang tidak bisa langsung melakukan lockdown ketika adanya anggota dewan yang positif corona. Sebab, pada minggu-minggu ini saja masih ada beberapa staf yang mengurusi administratif untuk keperluan kunjungan kerja (kunker) anggota dewan ke dapilnya masing-masing.

“Nah jadi nanti bukan cuma sampai 3 hari seperti yang disampaikan Pak Gubernur Anies, tapi mulai minggu depan sampai dengan 8 November, itu semua kegiatan di Nusantara 1 akan dibatasi secara ketat,” pungkasnya.

(aky)

  • #Anggota DPR Positif Corona
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Virus Corona
  • #Lockdown
  • #Gedung DPR RI

Next Post

Polisi Siapkan Pasukan Cadangan Antisipasi Gelombang Demo UU Cipta Kerja

Kam Okt 8 , 2020
JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan pasukan cadangan untuk mengantisipasi adanya gelombang massa pendemo Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, pada hari ini. Pasukan cadangan ini merupakan tambahan untuk memperkuat 9.000 lebih personel yang telah diterjunkan oleh Polda. “9.000 lebih pasukan kan sudah ada. Kita ada cadangan lagi. Kita lihat situasi […]