Epidemiolog Sebut PSBB di Jakarta Kurang Efektif, Ini Sebabnya

https: img.okezone.com content 2020 09 15 337 2277795 epidemiolog-sebut-psbb-di-jakarta-kurang-efektif-ini-sebabnya-qt9jIN0ePQ.jpg

JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta kurang efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Menurutnya, dalam penerapan PSBB tersebut, kenyataannya masih banyak sektor-sektor yang masih diperbolehkan untuk membuka operasionalnya. Sehingga, mobilitas masyarakat yang merupakan media penyebaran virus corona masih sangat tinggi.

“Masih terlalu banyak sektor yang diberi kelonggaran dalam mobilitas manusianya,” kata Dicky kepada Okezone, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Selain itu, Dicky menyebut, penerapan PSBB di Jakarta juga terlalu singkat. Pasalnya, kata Ia, berdasarkan studi dan pengalaman keberhasilan pembatasan sosial di negara lain, minimal sebulan dan rata rata perlu dua sampai tiga bulan.

“Sehingga Kita tidam bisa terlalu berharap banyak bahwa PSBB kali ini akan sangat significant menurunkan penyebaran,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, bahwa Pemprov DKI Jakarta melakukan kebijakan rem darurat Covid-19 untuk menghentikan kasus penularan di Ibu Kota.

Anies mengatakan, Pemprov DKI kembali akan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat lantaran kondisi pandemi Covid-19 di Ibu Kota telah mengkhawatirkan.

(kha)

  • #PSBB Jakarta
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona

Next Post

Jakarta kembali terapkan PSBB, apa perbedaan dengan sebelumnya?

Sel Sep 15 , 2020
– DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September. Meski sama-sama berprinsip beraktivitas di rumah, PSBB ketat ini berbeda dengan PSBB saat awal pandemi dengan PSBB transisi. Simak perbedaanya dalam video berikut.(Kuntum Khaira Riswan/Fahrul Marwansyah/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)