Epidemiolog Ingatkan Vaksin Covid-19 Harus Utamakan Aspek Keamanan

https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2281560 epidemiolog-ingatkan-vaksin-covid-19-harus-utamakan-aspek-keamanan-ldBJ59yzhi.jpg

JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengingatkan pemerintah untuk mengutamakan aspek keamanan dalam penyediaan vaksin Covid-19

Dicky menerangkan, saat ini vaksin yang dibuat Sinovac belum melaporkan hasil risetnya ke dalam jurnal ilimiah. Kata dia, hanya ada tiga vaksin yang telah melaporkan hasil uji fase III yakni vaksin Modrena Therapeutics, Pfizer, dan Universitas Oxford dan AstraZenecca.

“Tiga itu yang saat ini akses data progres risetnya terbuka dan bisa dilihat secara transparan dan data Sinovac ini kalau secara resminya belum. Secara ilimiah, tapi kalau secara fase I dan II sudah. Apakah di fase III ini progresnya seperti apa belum ada,” kata Dicky saat berbincang dengan Okezone, Selasa (22/9/2020).

Dicky enggan berkomentar lebih lanjut soal vaksin Sinovac lantaran belum adanya laporan secara jurnal ilimiah. Selama ini, sambung dia, dirinya hanya mengetahui perkembangan vaksin Sinovac melalui media.

“Kalau secara kampanye bahwa dia ada, ya. Tapi itu kan di news paper tapi bukan dijurnal ilmiah. Sehingga saya belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena data terakhir rujukannya akademis. Bukan dari koran. Sekarang mereka sedang berproses itu saja,” jelas dia.

 Obat covid

Dicky mengingatkan, bahwa para pakar masih mempertanyakan aspek keamanan dari vaksin buatan China itu. Pasalnya, Sinovac diklaim belum memenuhi standar testing fase III.

“Aspek keamanan ini masih dalam pertanyaan besar,” ucap dia.

Dicky menegaskan, aspek keamanan vaksin Covid-19 harus diutamakan. Pasalnya, hal itu untuk menjaga kepercayaan masyarakat tentang program vaksinasi nasional ke depan.

“Dan sejarah riset vaksin rata-rata saja, seharusnya ada lima fase. Tapi tiga doang oke saja, tapi tidak boleh ada pengabaian keamanan,” imbuhnya.

 

Dia berharap, pemerintah tak melakukan kebijakan yang gembling dengan alasan apa pun soal program vaksin Covid-19. Dia menyebut karena jika pemerintah salah membuat kebijakan maka dampaknya berbahaya bagi masa depan rakyatnya.

“Jangan dijadiin kayak gembling. Itu berbahaya banget. Itu harus diluruskan karena ini bahaya sekali, menyangkut masa depan seseorang, anak dan kemudian juga program vaksinasi ini ketika ada mengabaikan keamanan demi kepentingan ekonomi, politik dan lain-lain itu bisa menggagalkan semua program vaksin,” sambungnya.

“Orang akan lebih runtuh kepercayaan dari program vaksin. Sedangkan dunia ini akan menghadapi era pandemi. Dimana akan banyak program vaksinasi untuk melindungi manusia,” tandasnya.

1
2

  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona
  • #Vaksin COVID-19
  • #Vaksin Sinovac

Next Post

ASN Tanimbar dilarang rangkap jabatan

Sel Sep 22 , 2020
Saumlaki – Bupati Kepulauan Tanimbar, Maluku, Petrus Fatlolon melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah itu merangkap jabatan di luar tugas utama sebagai abdi negara di lingkungan kerja masing-masing. Dalam siaran pers yang diterima di Saumlaki, Selasa, menyebutkan pembatasan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kepulauan Tanimbar nomor 800/67/SE/tahun 2020 […]