Edarkan Pil Yarindo, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

https: img.okezone.com content 2020 10 02 510 2287668 edarkan-pil-yarindo-tiga-pemuda-diringkus-polisi-DdqHzjOhPY.jpg

KULONPROGO – Satresnarkoba Polres Kulonprogo mengamankan tiga orang warga Kecamatan Galur yang diduga telah mengedarkan pil Yarindo tanpa dilengkapi izin edar. Mereka nekat mengedarkan pil haram karena tergiur untung besar.

“Kami amankan tiga orang pengedar dengan barang bukti 741 pil Yarindo,” kata Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Irwan, dalam pers rilis di Mapolres Kulonprogo Jumat (2/10/2020).

Baca Juga:  Buru Napi Narkoba Kabur, Polisi Janjikan Imbalan Rp100 Juta bagi Informan

Tiga tersangka yang diamankan, yakni AIP alias Thotot (34), I alias Jibrut (34) dan RDA alias Duwek (20). Penangkapan dilakukan petugas terkait adanya peredaran obat-obatan terlarang. Dari penyelidikan petugas, mengarah kepada keterlibatan para pelaku.

“Awalnya kami amankan Thotot di indekosnya di Glagah dan kami temukan pil itu di dalam kamar. Dari sana berkembang dan kami mengamankan dua tersangka lain,” katanya.

Para pelaku membeli pil ini secara online. Mereka kemudian bertemu dengan pembeli di daerah Bantul. Untuk menghindari kejaran petugas, mereka mengedarkannya kepada teman-temannya.

Sementara itu, Thotot mengaku menjual dengan harga Rp250.000 untuk setiap kemasan yang berisi 10 butir pil Yarindo. Setiap butirnya dia mendapatkan keuntungan sekitar Rp1.500 dari setiap butir.

“Selama ini saya pengangguran. Setiap pil untungnya lumayan,” katanya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan Pasal 197 UU Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp1,5 miliar.

(Ari)

  • #Obat Berbahaya
  • #Pil Berbahaya
  • #Obat Terlarang
  • #Narkoba

Next Post

1.012 Perawat di Jawa Timur Positif Corona

Jum Okt 2 , 2020
SURABAYA – Sebanyak 1.012 perawat di Jawa Timur dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Seluruh perawat tersebut saat ini menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Profesor Nursalam menyatakan, ribuan perawat ini terpapar Covid-19 sejak awal terjadinya pandemi atau 7 […]