Balikpapan () – Dua laga tersisa Liga 2 menjadi partai yang harus dimenangkan Persiba untuk bisa lolos ke Delapan Besar.

Bahkan tak hanya sekedar menang, tapi harus dengan menang besar.

“Sebab saat ini semua masih berpeluang, baik ke Delapan Besar ataupun degradasi,” kata Abraham Johan, jurnalis olahraga senior Balikpapan, Senin.

Persiba yang mengantongi nilai 12, hanya berselisih gol 1 dengan Sulut United yang punya nilai sama. Sulut mencetak 8 gol dan kemasukan 6 gol, Persiba mencetak juga 8 gol namun kemasukan 7 gol.

 

Selisih satu gol itu membuat anak-anak asuhan Fahri Husaini harus rela di posisi ketiga klasemen, sementara Sulut United di posisi kedua di bawah Kalteng Putra yang punya nilai 13. Padahal hanya 2 tim teratas yang berhak atas tiket Delapan Besar dan berpeluang promosi ke Liga 1.

“Bahkan itu pun masih tergantung dengan hasil pertandingan tim lain,” lanjut Johan.

Pekan ke-9 ini, Persiba akan menjamu Persewar Waropen, tim yang persis satu strip di bawah Persiba di klasemen. Persewar punya 9 poin dan selisih gol 8-8. Setelah itu di pekan ke-10 dalam laga pamungkas Grup D akan menjalani derby Kaltim versus Mitra Kukar.

Yang membuat optimistis publik sepakbola Kota Minyak, Persiba sejauh ini selalu beruntung bila lawan Persewar. Pada putaran pertama di Stadion Tuah Pahoe Oktober lalu, Beruang Madu yang berstatus tim tamu menang 1-2. Kesalahan di lini belakang Mutiara Bakau pada menit ke-90+5 membuat skor laga berubah dari semula hampir berakhir imbang 1-1.

Baca juga: Fahri Husaini tangani Persiba gantikan Alfredo Vera

“Jadi kami akan terus berusaha. Kami akan maksimalkan semua yang kami bisa,” kata el capitan Bryan Cesar.

Begitu pula dalam derby Kaltim versus Mitra. Dalam pertandingan terakhir musim 2019, Persiba yang bertandang ke Stadion Rondong Demang juga menang 1-2. Gol kedua, lagi-lagi terjadi jelang akhir pertandingan. Striker Indra Setiawan yang sepanjang musim lebih banyak duduk di bangku cadangan mencetak gol pertamanya untuk Persiba di laga terakhir itu. ***

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © 2021