DPR Desak Kapolri Usut Penganiaya Wartawan saat Demo UU Ciptaker

https: img.okezone.com content 2020 10 09 337 2291367 komisi-iii-dpr-desak-kapolri-usut-dan-sanksi-penganiaya-wartawan-12dda39dtd.jpg

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan bahwa aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin, berujung pada aksi bentrokan antara aparat dan massa di sejumlah daerah.

Termasuk adanya penganiayaan dan penangkapan terhadap sejumlah wartawan yang tengah meliput aksi oleh oknum polisi. Sahroni meyakini, aksi penganiayaan ini tentu bukan merupakan instruksi Polri.

“Saya yakin tidak mungkin ada instruksi Polri untuk melakukan tindak kekerasan, apalagi kepada wartawan yang jelas-jelas sedang bertugas meliput kejadian. Jadi ini sangat disesalkan,” kata Sahroni saat dihubungi wartawan, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga: Sempat Ditahan, Jurnalis Ponco Sulaksono Akhirnya Dibebaskan Polisi 

Karena itu, legislator asal Tanjung Priok, Jakarta ini meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk menyelidiki dan menindak tegas anak buahnya yang melakukan tindakan kekerasan dan penangkapan terhadap wartawan yang sedang meliput unjuk rasa.

“Karenanya saya meminta polisi untuk segera mengusut dan mencari tahu siapa saja pihaknya yang melakukan tindakan kekerasan pada wartawan,” desaknya.

Selain itu, politikus Partai Nasdem ini menambahkan, jika memang sejumlah wartawan itu benar ditangkap oleh oknum polisi, dia meminta agar wartawan itu segera dibebaskan. “Kalau memang ada wartawan yang ditangkap, ya agar segera dibebaskan. Mereka kan hanya menjalankan tugas,” tegas Sahroni.

Sebelumnya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat ada tujuh jurnalis menjadi korban kekerasan anggota Polri dalam unjuk rasa penolakan UU Ciptaker pada Kamis, 8 Oktober 2020. Jumlah ini bisa bertambah dan kami masih terus menelusuri dan memverifikasi perkara.

Baca Juga:  Jurnalis Media Online Diduga Hilang saat Liput Demo UU Ciptaker 

Jurnalis itu dipukuli dan juga ditangkap oleh aparat berseragam. Mereka bukan hanya dari media massa nasional, tapi juga jurnalis kampus. Hingga saat ini, masih ada jurnalis yang belum dibebaskan.

(Ari)

  • # Omnibus Law
  • #UU Cipta Kerja
  • #Demo Tolak UU Cipta Kerja
  • #Demo Tolak Omnibus Law
  • #Komisi III DPR RI
  • #Kekerasan jurnalis

Next Post

Foto Eko Patrio Bikin Marah Netizen, PAN: Tak Tepat Bully soal UU Ciptaker

Jum Okt 9 , 2020
Jakarta – Unggahan foto anggota DPR RI Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, di Instagram-nya menuai kemarahan warganet atau netizen. PAN menilai perundungan atau bully netizen terhadap Eko tak tepat terkait pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. “Menurut saya kurang tepat gitu mem-bully dalam konteks pengesahan UU (Ciptaker) […]