DPR Akan Bentuk Panja Pilkada 2020 karena Dilaksanakan di Pandemi Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 11 19 337 2312057 dpr-akan-bentuk-panja-pilkada-2020-karena-dilaksanakan-di-pandemi-covid-19-yPwULmof9F.jpg

JAKARTA – Komisi II DPR berencana akan membentuk panitia kerja (Panja), yang dikhususkan untuk membahas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020, yang dilaksanakan di tengah bencana non-alam Covid-19.

“Kami di Komisi II menyepakati untuk membentuk panja, tujuannya adalah untuk menjaga supaya pilkada serentak tahun 2020 ini betul-betul kita jaga kualitasnya,” kata Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia.

Pilkada

Apalagi, kata dia, pihak penyelenggara, pemerintah, dan DPR juga telah menyepakati jika target partisipasi pemilih dalam gelaran pesta demokrasi lima tahunan ini sebesar 77,5%. Sehingga, Panja ini diharapkan membantu untuk menyukseskannya.

“Jadi harus ada special effort. Sebetulnya selain bentuk Panja, dalam 20 hari ke depan kami akan melakukan kunjungan spesifik. Ada di sembilan titik kita akan muter. Bahkan menjelang hari pencoblosoan kita nanti ada di lapangan,” ujarnya.

Politikus Golkar itu pun mengatakan, sampai saat ini masih perlu ada evaluasi tahapan pilkada terutama terkait protokol kesehatan. Meskipun, situasi wilayah penyelenggara pilkada masih terkendali jika dibandingkan dengan daerah non pilkada.

“Intinya tidak ada indikasi pilkada ini menjadi klaster,” tutur dia.

Kendati demikian, Doli menyebut Panja ini baru menjadi usulan dan kesepakatan dalam rapat kerja (Raker) bersama pemerintah, pihak penyelenggara, hingga Satgas Covid-19 yang digelar siang tadi.

“Nanti kami akan bahas di rapat internal dan proses administrasinya kami akan sampaikan atau laporkan ke pimpinan dan sekretariat jenderal,” pungkasnya.

1
2

  • #Pandemi Covid-19
  • #Pilkada Serentak
  • #DPR RI
  • #KPU RI
  • #pilkada serentak 2020

Next Post

Kepolisian Selandia Baru Izinkan Anggotanya Pakai Jilbab

Kam Nov 19 , 2020
SELANDIA BARU – Kepolisian Selandia Baru secara resmi mengizinkan anggota mereka memakai jilbab saat bertugas. Kebijakan ini diambil untuk mendorong lebih banyak perempuan Muslim di negara itu bergabung ke kepolisian. Constable Zeena Ali akan menjadi polisi pertama yang mengenakan jilbab di kepolisian Selandia Baru. Juru bicara lembaga itu berkata, kebijakan […]