Dokter Singapura Rekam 3.000 Video Celana Dalam Perempuan dengan Sepatu Khusus

https: img.okezone.com content 2020 12 15 18 2328110 dokter-singapura-rekam-3-000-video-celana-dalam-perempuan-dengan-sepatu-khusus-68JmqJY4Uu.jpg

SINGAPURA – Seorang dokter Singapura dijatuhi hukuman tiga tahun penjara atas tuduhan melanggar kesopanan ratusan wanita dengan mengambil video isi rok mereka dengan sebuah ‘sepatu khusus’.

Dalam persidangan pada Jumat (11/12/2020) tersangka, Chu Ben Wee telah mengaku bersalah atas tuduhan tersebut. Pria berusia 28 tahun itu telah mengambil foto dan video tidak senonoh dari rok para perempuan yang tak curiga selama lebih dari 10 tahun, sejak dia masih duduk di bangku sekolah menengah pada 2009.

BACA JUGA: Intip Rok di MRT, Pria Malaysia Ditahan 9 Bulan

Chu menyembunyikan kamera GoPro dalam apa yang sering dia sebut sebagai ‘sepatu khusus’, di mana dia kemudian akan menempatkan kakinya di bawah rok para perempuan di depan umum untuk merekam celana dalam mereka, demikian diwartakan Straits Times.

Dia kemudian memindahkan video-video yang direkamnya ke hard disk, memberikan judul video yang berkaitan dengan faktor-faktor seperti ras korban, perkiraan usia dan jenis pakaian dalam, sehingga dia dapat dengan mudah mengakses video tersebut kapan pun dia merasa ingin melakukan masturbasi.

Secara total Chu telah mengambil total 3.260 video rok para perempuan ketika ditangkap oleh polisi.

Namun, ini bukan pertama kalinya Chu mendapat masalah dengan hukum karena tindakan tidak senonohnya. Menurut Today Online, Chu pertama kali ditangkap pada Januari 2018 ketika salah satu korbannya melihat dia bertingkah mencurigakan di outlet Daiso di mal Novena Square.

BACA JUGA: Pria Mesum Terekam Berusaha Intip Rok Perempuan

Korban sempat berjongkok, berpura-pura melihat barang-barang toko di rak paling bawah, hanya untuk melihat kamera di sepatunya dan segera melaporkannya ke polisi.

Sementara penyelidikan polisi masih berlangsung, Chu terus mengambil 231 video dari 184 korban setelah dia dibebaskan dari tahanan polisi, sebelum ditangkap karena melakukan pelanggaran lagi di mal Plaza Singapura.

Dia ditangkap pada 27 April 2019 dan dibebaskan dengan jaminan polisi, hanya untuk kembali melakukan aksinya tiga bulan kemudian.

Kali ini, Chu berhasil menyelinap ke pameran karier perguruan tinggi junior dengan mengenakan seragam sekolah perguruan tinggi yang ia beli secara online untuk mengambil video bagian atas rok dari gadis-gadis yang tidak menaruh curiga.

Untungnya, dia tertangkap dan dihadapkan oleh seorang guru dan murid di acara tersebut, dan kemudian segera ditegur oleh polisi. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa dia memiliki seragam sekolah dari dua sekolah menengah pertama di antara barang-barangnya.

Chu sejak itu mengaku bersalah atas semua tuduhan terhadapnya dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Meski dia didiagnosis menderita paraphilic dan gangguan depresi, kondisi mental itu diyakini tidak berkontribusi dengan pelanggaran yang dia lakukan dapat ditemukan.

1
2

  • #Asia Tenggara
  • #singapura

Next Post

Peristiwa 16 Desember: Bangladesh dan Kazakhstan Merdeka

Rab Des 16 , 2020
JAKARTA – Berbagai macam peristiwa penting dan bersejarah yang layak dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada tanggal 16 Desember. Di antaranya berakhirnya perang antara India dan Pakistan, kemerdekaan negara Kazakhstan, dan Taufiequrachman Ruki terpilih sebagai ketua KPK. Demi mengenang peristiwa tersebut, MNC Media merangkum sejumlah peristiwa […]