Djoko Tjandra Enggan Ungkap Inisial quot;HAquot; dalam Action Plan

https: img.okezone.com content 2020 11 10 337 2306958 djoko-tjandra-enggan-ungkap-inisial-ha-dalam-action-plan-VtSSJ87CSe.jpg

JAKARTA – Terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra ogah mengungkapkan inisial “HA” dalam Action Plan terkait kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi.

Sebelumnya dalam dakwaan Pinangki Sirna Malasari Action plan tersebut terdiri dari 10 tahap pelaksanaan dan berisi inisial “BR” dan “HA” yang diduga kuat merupakan inisial kedua pejabat lembaga penegak hukum yakni Nama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Selain itu terdapat inisial lain seperti JC, AK,P ataupun DK.

Majelis Hakim pun menanyakan inisial-inisial yang tercantum dalam Action Plan tersebut kepada Djoko Tjandra yang dihadirkan sebagai saksi terdakwa Pinangki pada hari Senin (9/11/2020).

“JC?,” tanya Hakim.

“Saya, ” jawab Djoko Tjandra.

“AK,?,” tanya Hakim.

“Anita Kolopaking, ” jawab Djoko.

“P?,” tanya Hakim.

“Pinangki, ” jawabnya.

“HA siapa?,” tanya Hakim lagi.

“Saya tidak pantas ngomong nama, ” tegas Djoko Tjandra.

“DK, ” tanya Hakim lagi.

Namun Djoko Tjandra hanya terdiam tak menjawabnya.

Hakim juga kepada Djoko Tjandra apakah Jaksa Pinangki diutus oleh seseorang atau tidak. Dan Djoko Tjandra menegaskan tidak tahu tentang hal tersebut.

“Saya tidak tahu,” tegas Djoko Tjandra.

Sebelumnya, Djoko Tjandra tidak menyetujui Action Plan yang diajukan oleh mantan Politisi Nasdem Andi Irfan Jaya serta Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA) dengan alasan adanya nama Pinangki didalamnya.

Diketahui dakwaan Pinangki, disebutkan bahwa Djoko Tjandra meminta jaksa Pinangki untuk membuat ‘Action Plan’ dan membuat surat ke Kejaksaang Agung untuk menanyakan status hukum Djoko Tjandra dengan biaya 100 juta dollar AS.

‘Action plan’ tersebut terdiri dari 10 tahap pelaksanaan dan mencantumkan inisial Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Eks Ketua MA periode Maret 2012-April 2020 Hatta Ali dan inisial lainnya. Dalam dakwaan, Action Plan diserahkan Pinangki pada 25 November 2019 bersama Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya di kantor Djoko Tjandra di Malaysia.

(kha)

  • #Kasus Djoko Tjandra
  • #Sidang Jaksa Pinangki
  • #Anita Kolopaking
  • #blbi
  • #Djoko Tjandra

Next Post

Gerbang Tol Cengkareng Arah Bandara Soekarno-Hatta Macet

Sel Nov 10 , 2020
Jakarta – Kemacetan terjadi di Km 32 Tol Cengkareng arah Bandara Soekarno-Hatta. Kepadatan jelang Gerbang Tol Cengkareng terjadi lantaran adanya peningkatan volume kendaraan. “Iya benar padat untuk di Gerbang Tol Cengkareng, tepatnya di Rawa Bokor, Km 32,” kata petugas call center Jasa Marga, Daus, saat dihubungi, Selasa (10/11/2020). Baca juga: […]