Dituduh Mata-Mata AS, Pria di Rusia Divonis 13 Tahun Penjara

https: img.okezone.com content 2020 11 21 18 2313466 dituduh-mata-mata-as-pria-di-rusia-divonis-13-tahun-penjara-2KAY3R5QyN.jpg

SEORANG pria divonis 13 tahun penjara oleh Pengadilan Rusia karena dituduh menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat (AS). Itu seperti disampaikan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dalam suatu pernyataan pada Jumat (20/11/2020).

Melansir VoA Indonesia, pada 17 November, pengadilan regional Bryansk menyatakan Yuriy Yeshchenko bersalah melakukan “pengkhianatan tingkat tinggi,” sebut pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa terdakwa akan menjalani hukuman penjara “dalam kondisi yang berat” di fasilitas yang dijaga sangat ketat.

Menurut FSB, Yeshchenko telah berusaha menyerahkan rahasia militer kepada CIA mengenai Armada Utara Rusia dan menyatakan bersalah atas tuduhan spionase, dengan mengatakan ia menyesali apa yang telah ia lakukan.

Ia melakukan pemeliharaan sistem radioelektronik yang digunakan di kapal-kapal Armada Utara, sebut FSB, di mana ia menyalin berbagai dokumen dari tahun 2015 hingga 2017 dan melakukan kontak dengan CIA pada tahun 2019.

Baca Juga : Selain Rusia, Operasi Penjaga Perdamaian di Nagorno-Karabagh Tak Akan Libatkan Negara Lain

FSB menangkap Yeshchenko di kawasan Bryansk pada Juli 2019, sewaktu ia berusaha menyerahkan rahasia negara kepada CIA, sebut pernyataan badan mata-mata Rusia itu.

Baca Juga : Tulang Belulang Manusia Berserakan di Jalanan Rusia, Polisi Gelar Penyelidikan

(erh)

  • #Mata-Mata
  • #Rusia

Next Post

Indonesia serukan penguatan kerja sama ekonomi di KTT APEC 2020

Sab Nov 21 , 2020
– Presiden RI Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) 2020 secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, (20/11). Presiden Joko Widodo menyuarakan pentingnya merajut kembali kepercayaan strategis guna memperkuat fondasi kebersamaan ekonomi anggota APEC. (BPMI/Adimas Raditya Fahky P/Dudy Yanuwardhana/Edwar Mukti Laksana)