Ditanya soal Hubungannya dengan Pacar, Pemuda Ini Bacok Calon Mertuanya

https: img.okezone.com content 2020 10 03 510 2287677 ditanya-soal-hubungannya-dengan-pacar-pemuda-ini-bacok-calon-mertuanya-eZz0xDAmLs.jpg

SLEMAN – Seorang warga Gedongtengen, Yogyakarta, Kis (35), menganiaya dan membacok ayah pacarnya. Pelaku emosi ketika ditanya korban Legiso (57) terkait hubungan dengan anak korban yang tidak lain pacar pelaku.

Kapolsek Sleman, AKP Irwiantoro mengatakan, aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku pada September lalu. Saat itu korban Legiso datang dari Lampung untuk menengok anaknya yang baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas.

Ketika tiba di indekos anaknya di Pendoharjo Kabupaten Sleman, pelaku berada di tempat itu. Awalnya keduanya saling mengenal dan banyak mengobrol terkait hubungan pelaku dengan anaknya. Mendapat pertanyaan itu, pelaku emosi dan keduanya terlibat adu mulut.

“Pelaku ini emosi ketika ditanya korban, mau dibawa ke mana hubungan dengan anaknya,” kata Kapolsek, Jumat (2/10/2020).

Dalam kondisi emosi, korban dan pelaku terlibat saling pukul. Pelaku yang kewalahan akhirnya masuk ke indekos anak korban untuk mengambil sabit. Pelaku kemudian membacok korban mengenai tangan dan punggungnya.

Baca Juga : Istri Tak Pulang Setelah Bertengkar, Ayah Tega Gantung Anak Kandungnya

“Dalam kondisi terluka, korban melarikan diri ke rumah sakit. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi,” katanya.

Polisi yang mendapatkan laporan dari korban langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya pelaku ditangkap petugas. Ikut diamankan barang bukti berupa sabit yang dipakai untuk menganiaya korban.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

Baca Juga : Rebutan Konsumen, 2 Pedagang Plat Kendaraan Baku Hantam

(erh)

  • #Pembacokan
  • #Calon Mertua
  • #sleman
  • #Kasus Penganiayaan
  • #penganiayaan

Next Post

Pimpinan Harap Pegawai Mundur dari KPK Tetap Jadi Agen Pemberantasan Korupsi

Sab Okt 3 , 2020
Jakarta – KPK mencatat ada 34 pegawai mengundurkan diri sejak awal tahun 2020 hingga kini. Pimpinan KPK berharap para pegawai yang mundur itu tetap menjadi agen pemberantasan korupsi. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, angkat bicara terkait banyaknya pegawai KPK yang mundur. Alex tak ambil pusing soal alasan pegawai mundur itu, […]